Sosok Konglomerat Perempuan Termuda RI Berharta Rp23,45 Triliun, Ini Sumber Kekayaannya
Sosok Wirastuty Fangiono, Konglomerat Perempuan Termuda Indonesia Versi Forbes-Istimewa-
BELITONGEKSPRES.CO.ID - Sosok perempuan bernama Wirastuty Fangiono mungkin tak sering alias jarang muncul di ruang publik.
Tapi di dunia bisnis, terutama industri kelapa sawit, posisinya sangat diperhitungkan. Di usia 52 tahun, ia tercatat sebagai konglomerat perempuan termuda Indonesia versi Forbes.
Forbes mencatat kekayaan Wirastuty mencapai US$1,4 miliar. Jika dikonversi dengan kurs Rp16.750, nilainya setara Rp23,45 triliun. Angka ini mengantarkannya masuk jajaran 50 orang terkaya di Indonesia.
Capaian ini bukan datang tiba-tiba. Wirastuty berdiri di jantung industri agribisnis nasional yang selama dua dekade terakhir terus tumbuh agresif. Fokus utamanya jelas. Kelapa sawit.
BACA JUGA:Perdagangan Terakhir 2025, Bursa Asia Kompak Melemah Jelang Tutup Tahun
Pengendali FAP Agri, Raksasa Sawit di Bursa
Wirastuty Fangiono dikenal sebagai pengendali FAP Agri atau FAPA. Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021.
Langkah IPO tersebut menjadi penanda penting ekspansi bisnis keluarga Fangiono ke pasar modal.
FAP Agri bukan pemain kecil. Perusahaan ini didirikan pada 1994 dan kini mengelola lebih dari 110.000 hektare konsesi perkebunan kelapa sawit. Lahan-lahan tersebut tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia.
Skala operasi tersebut menempatkan FAP Agri sebagai salah satu kekuatan utama di sektor agribisnis nasional. Perusahaan ini ikut menentukan arah industri sawit, baik dari sisi produksi maupun ekspansi lahan.
BACA JUGA:Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp110.000 dari Game Penghasil Uang Nuts Heist
Jejak Bisnis di Bursa Singapura
Tak hanya di Indonesia, pengaruh Wirastuty juga terasa di luar negeri. Ia tercatat memiliki kepemilikan saham di First Resources, perusahaan kelapa sawit yang tercatat di Bursa Singapura.
First Resources dipimpin oleh adiknya, Ciliandra Fangiono, yang menjabat sebagai direktur utama. Kombinasi kepemilikan dan kepemimpinan ini mempertegas dominasi keluarga Fangiono di industri sawit regional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: