Prediksi IHSG Kamis 8 Januari 2026, Waspada Profit Taking dan Cek Saham Rekomendasi

Prediksi IHSG Kamis 8 Januari 2026, Waspada Profit Taking dan Cek Saham Rekomendasi

Ilustrasi: Prediksi IHSG Kamis 8 Januari 2026, Waspada Profit Taking dan Cek Saham Rekomendasi--(Antara)

BELITONGEKSPRES.CO.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada Kamis, 8 Januari 2026, diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan fluktuatif. IHSG diproyeksikan bergerak di area support 8.850–8.900 dan resistance 8.970–9.000.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 7 Januari 2026, IHSG ditutup menguat 0,13 persen ke level 8.944,8. Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di 8.970 sebelum akhirnya bergerak lebih terbatas hingga penutupan.

Dari sisi sektoral, saham perindustrian menjadi penopang utama penguatan indeks. Sebaliknya, tekanan koreksi paling dalam terjadi pada sektor transportasi.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah kembali melemah. Rupiah ditutup di level Rp 16.780 per dolar AS di pasar spot, seiring pelemahan mayoritas mata uang Asia.

BACA JUGA:IHSG Pecah Rekor Tertinggi, 5 Saham Ini Terbang hingga 34%

BACA JUGA:CAD/JPY Melemah di Timeframe H4, Tekanan Bearish Mulai Menguat

Phintraco Sekuritas menilai sentimen global masih dibayangi peningkatan risiko geopolitik. Ketidakpastian kembali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ancaman untuk mengakuisisi Greenland.

Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan histogram positif yang masih menguat. Namun sinyal pelemahan momentum beli mulai terlihat. Stochastic RSI juga telah berada di area overbought, yang mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.

Phintraco mengingatkan peluang aksi ambil untung bisa meningkat, terutama jika tensi geopolitik global kembali memanas. Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan tetap terbatas di kisaran support 8.850–8.900 dan resistance 8.970–9.000.

Dari dalam negeri, pemerintah disebut akan memangkas target produksi mineral dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tahun 2026.

BACA JUGA:5 Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cuan Saldo DANA Sambil Rebahan

BACA JUGA:Kenapa USDCAD Bergerak Kuat? Ini Pengaruh Harga Minyak dan Bank Sentral

Kebijakan ini ditujukan untuk menyeimbangkan supply dan demand agar harga komoditas mineral dan batu bara bisa pulih setelah tertekan akibat kelebihan pasokan tahun lalu.

Langkah tersebut dinilai berpotensi memberikan sentimen positif bagi saham-saham sektor pertambangan dan energi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: investor.id