Harga Emas Diprediksi Meroket 2026, Analis UBS Bocorkan Target Fantastis
Ilustrasi: Harga Emas Diprediksi Meroket 2026, Analis UBS Bocorkan Target Fantastis--(freepik)
BELITONGEKSPRES.CO.ID – Prospek harga emas dunia kembali menjadi sorotan. Logam mulia diprediksi berpeluang melonjak tajam dan menembus level US$ 5.000 per troy ons pada kuartal pertama 2026.
Proyeksi optimistis tersebut disampaikan oleh analis Dominic Schnider, Head of Commodities & CIO Forex APAC UBS Wealth Management. Ia menilai kombinasi faktor global berpotensi mendorong reli emas berlanjut sepanjang tahun depan.
Pembelian emas oleh bank sentral, defisit fiskal global yang membesar, tren penurunan suku bunga Amerika Serikat, hingga meningkatnya risiko geopolitik menjadi pendorong utama kenaikan harga emas.
“Komoditas akan memainkan peran yang lebih besar dalam portofolio investasi pada 2026,” ujar Schnider seperti dikutip dari Kitco News, pada Rabu 7 Januari 2026.
BACA JUGA:Prediksi IHSG Kamis 8 Januari 2026, Waspada Profit Taking dan Cek Saham Rekomendasi
BACA JUGA:IHSG Pecah Rekor Tertinggi, 5 Saham Ini Terbang hingga 34%
UBS menilai kelas aset komoditas menawarkan potensi imbal hasil menarik. Ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta tren jangka panjang seperti transisi energi global menjadi faktor pendukung utama.
Dalam peta komoditas, UBS melihat peluang besar pada tembaga, aluminium, dan sektor pertanian. Meski demikian, emas tetap diposisikan sebagai aset lindung nilai dan alat diversifikasi portofolio yang kuat.
Schnider menegaskan keyakinannya bahwa tren kenaikan harga emas belum akan berakhir. Menurutnya, emas masih memiliki ruang penguatan yang signifikan seiring tingginya permintaan bank sentral dan tekanan fiskal di banyak negara.
Ia juga menyoroti suku bunga riil AS yang lebih rendah sebagai faktor penting yang membuat emas semakin menarik bagi investor global. Di saat yang sama, ketidakpastian geopolitik terus menciptakan sentimen safe haven bagi logam mulia.
BACA JUGA:5 Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cuan Saldo DANA Sambil Rebahan
BACA JUGA:Suzuki Burgman 350, Skuter Besar Baru Penantang Forza dan XMAX di 2026
UBS mencatat emas menjadi salah satu komoditas dengan pergerakan paling agresif setelah mencuatnya kabar penggulingan mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Amerika Serikat. Peristiwa tersebut menambah ketegangan geopolitik global dan memicu lonjakan permintaan aset aman.
“Kami kini memperkirakan harga emas akan naik ke level US$ 5.000 per troy ons pada Maret 2026, bertahan hingga September, lalu bergerak moderat ke sekitar US$ 4.800 per troy ons pada akhir 2026,” jelas Schnider.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: