Dampak Ledakan AI, Harga RAM Global Cetak Rekor Baru
Ilustrasi: Dampak Ledakan AI, Harga RAM Global Cetak Rekor Baru--(freepik)
BELITONGEKSPRES.CO.ID - Lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan atau AI mulai mengguncang pasar komponen global.
Industri AI diprediksi memicu kelangkaan memori dunia pada 2026, dengan harga RAM melonjak tajam hingga 55 persen.
Permintaan terbesar datang dari produsen chip AI seperti Nvidia, AMD, dan Google.
Perusahaan-perusahaan ini kini berada di barisan terdepan pembelian RAM, khususnya high-bandwidth memory atau HBM yang menjadi tulang punggung kinerja chip AI.
BACA JUGA:Honda UC3 Rilis, Motor Listrik Futuristis Terbaru Jarak Tempuh 122 Km
Tiga raksasa memori dunia, yakni Micron, SK Hynix, dan Samsung Electronics, menjadi pihak yang paling diuntungkan.
Ketiganya menguasai hampir seluruh pasar RAM global dan kini kewalahan memenuhi lonjakan permintaan.
Kepala bisnis Micron, Sumit Sadana, mengakui lonjakan permintaan memori terjadi sangat tajam.
Menurutnya, kebutuhan industri AI telah melampaui kemampuan pasokan Micron, bahkan melampaui kapasitas seluruh industri memori dunia.
BACA JUGA:Honda Vario 125 Varian 2026 Makin Sporty, Fitur Modern dengan Pilihan Warna Segar
Dampak langsungnya terlihat pada harga. Riset TrendForce memproyeksikan harga rata-rata DRAM global melonjak 50 hingga 55 persen pada kuartal ini dibandingkan kuartal IV 2025.
Analis TrendForce, Tom Hsu, menyebut kenaikan tersebut sebagai situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada HBM. Komponen ini menjadi elemen krusial yang mengelilingi GPU AI dan memungkinkan pemrosesan data dalam skala besar dan kecepatan tinggi.
Sadana menjelaskan, GPU AI seperti milik Nvidia dilapisi blok-blok HBM di sekitar unit pemrosesan grafis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber