Proyeksi Harga Emas Dunia Sepekan ke Depan, Pengamat Ungkap Level Kunci

Proyeksi Harga Emas Dunia Sepekan ke Depan, Pengamat Ungkap Level Kunci

Ilustrasi: Proyeksi Harga Emas Dunia Sepekan ke Depan, Pengamat Ungkap Level Kunci-ist/ai-

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak menguat dalam sepekan ke depan, Januari 2026.

Sentimen geopolitik global dan sikap hati-hati bank sentral Amerika Serikat menjadi faktor utama penopang kenaikan logam mulia.

Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menyebutkan, harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu berada di level US$ 4.509 per troy ons. Pergerakan tersebut membuka peluang lanjutan tren bullish pada awal pekan.

Menurut Ibrahim, jika harga emas kembali naik pada Senin, resistance awal diperkirakan berada di area US$ 4.450 per troy ons.

BACA JUGA:Crypto Wallet Terbaik untuk Trader Pro, Kustodian vs Non Kustodial Mana Paling Aman?

Apabila momentum penguatan berlanjut hingga akhir pekan, resistance berikutnya berada di level psikologis US$ 4.600 per troy ons.

“Kalau naik, resistance pertama pada Senin diperkirakan di level US$ 4.450. Kalau sampai akhir pekan naik, resistance kedua di US$ 4.600,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, dikutip Minggu, 11 Januari 2026.

Namun, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai. Ibrahim menjelaskan, support pertama emas berada di level US$ 4.472 per troy ons. Jika tekanan jual meningkat, support lanjutan berada di area US$ 4.418 per troy ons.

Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat. Salah satu sorotan utama adalah data tenaga kerja yang tercatat meningkat, namun tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.

BACA JUGA:10 Saham Penggerak IHSG Pekan Ini, Tambang hingga Bank Dominan

Sebelumnya, pasar memperkirakan penambahan tenaga kerja mencapai 60.000 orang. Namun realisasinya hanya sekitar 50.000.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve akan bersikap lebih hati-hati dalam mengambil keputusan penurunan suku bunga.

Ibrahim menilai, pada pertemuan Januari, The Fed kemungkinan besar masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di level saat ini.

Sikap wait and see tersebut menjadi sentimen positif bagi harga emas, yang cenderung menguat saat suku bunga tinggi mulai tertahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: investor.id