Saham BBRI Ramai Diborong Investor Asing, Ini Prospek dan Target Analis

Saham BBRI Ramai Diborong Investor Asing, Ini Prospek dan Target Analis

Ilustrasi: Saham BBRI Ramai Diborong Investor Asing, Ini Prospek dan Target Analis-Ist-

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI kembali menjadi incaran investor asing dan ramai diborong.

Dalam sepekan terakhir, aliran dana asing terus mengalir deras ke saham bank pelat merah ini. Aksi beli tersebut terjadi sepanjang periode 12 hingga 15 Januari 2026.

Perburuan saham BBRI oleh investor asing bukan hal baru. Tren ini melanjutkan akumulasi yang sudah terjadi pada pekan sebelumnya.

Data perdagangan menunjukkan minat asing terhadap BBRI masih sangat kuat di tengah reli pasar saham domestik.

BACA JUGA:Tren Harga Emas Antam Sepekan Terakhir, Sempat Cetak Rekor Beruntun

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu, 18 Januari 2026, nilai beli bersih atau net buy asing pada saham BBRI mencapai Rp 575,7 miliar. Seluruh transaksi tersebut terjadi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.

Capaian ini menempatkan saham BBRI sebagai saham dengan net buy asing terbesar kedua selama periode tersebut.

Posisi pertama ditempati saham PT Vale Indonesia Tbk atau INCO. Saham INCO mencatatkan net buy asing paling jumbo dengan nilai Rp 670,9 miliar.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati saham PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM. Saham emiten tambang pelat merah tersebut mencatatkan net buy asing sebesar Rp 457,1 miliar.

BACA JUGA:Rincian Harga Emas Perhiasan Minggu 18 Januari 2026, Naik atau Stabil?

Derasnya aliran dana asing juga tercermin dari transaksi harian. Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, investor asing membukukan net buy sebesar Rp 947,4 miliar di seluruh pasar. Angka ini memperkuat sentimen positif di pasar saham nasional.

Dengan tambahan tersebut, total net buy investor asing sepanjang tahun berjalan 2026 telah mencapai Rp 7,3 triliun.

Data ini dirilis langsung oleh Bursa Efek Indonesia dan menjadi sinyal kuat kepercayaan asing terhadap pasar saham Tanah Air.

Sejalan dengan derasnya dana asing, Indeks Harga Saham Gabungan kembali mencetak rekor. Pada Kamis, 15 Januari 2026, IHSG ditutup menguat 42,82 poin atau 0,47 persen ke level 9.075,4. Level ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: