Prediksi IHSG Rabu 21 Januari 2026, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Prediksi IHSG Rabu 21 Januari 2026, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Ilustrasi: Prediksi IHSG Rabu 21 Januari 2026, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis--(Antara)

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi masih fluktuatif pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.

IHSG diproyeksikan bergerak di rentang 9.050 hingga 9.200. Pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, IHSG ditutup menguat tipis 0,01 persen ke level 9.134,7.

Sepanjang sesi, indeks sempat mencetak rekor intraday baru di level 9.174 sebelum bergerak naik turun hingga penutupan.

Penguatan IHSG ditopang sektor barang baku. Kenaikan ini sejalan dengan lonjakan harga emas dunia yang menembus level tertinggi baru di atas US$4.700 per troy ons.

BACA JUGA:Syarat Terima Saldo Gratis Rp319.000 dari DANA Kaget Hari Ini, Buruan Cek

Permintaan aset safe haven meningkat di tengah ketidakpastian geopolitik global. Meski masih bertahan di zona hijau, sinyal teknikal mulai menunjukkan pelemahan momentum.

Indikator MACD mengarah pada distribusi, sementara Stochastic RSI berpotensi membentuk Death Cross di area jenuh beli.

“Kondisi ini membuka peluang pullback akibat aksi profit taking. Pergerakan IHSG diperkirakan berada di kisaran 9.050 hingga 9.200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa 20 Januari 2026.

Tekanan dari eksternal masih cukup kuat. Mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah pada Selasa.

BACA JUGA:6 Konglomerat Pemilik Supermarket di Indonesia, Siapa Paling Berkuasa?

Pasar merespons kekhawatiran meningkatnya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa, serta dinamika politik di Jepang.

Sejumlah negara Eropa dilaporkan tengah membahas opsi tarif balasan terhadap Amerika Serikat. Langkah ini muncul sebagai respon atas ancaman tarif baru dari Washington.

Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam tarif hingga 200 persen untuk anggur dan sampanye asal Prancis.

Ancaman ini muncul setelah Presiden Prancis menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Trump.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: investor.id