Harga Lada Putih Babel Januari 2026 di Tingkat Petani dan Pasar Daring

Harga Lada Putih Babel Januari 2026 di Tingkat Petani dan Pasar Daring

Harga Lada Putih Babel Per 23 Januari 2026 di Tingkat Petani dan Pasar Daring-Ist-

PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.CO.IDHarga lada putih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengawali Januari 2026 dengan sinyal positif.

Penguatan harga di tingkat petani hingga pasar daring mencerminkan permintaan yang tetap solid, baik dari dalam negeri maupun pasar global.

Lada putih atau muntok white pepper masih menjadi komoditas andalan Bangka Belitung. Pergerakan harganya menjadi indikator penting bagi petani, pedagang, hingga pelaku ekspor.

Berdasarkan pantauan di laman Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), harga lada putih di tingkat petani Bangka per 23 Januari 2026 berada di kisaran Rp142.000 per kilogram.

Angka ini menjadi patokan utama transaksi di sentra produksi lada putih Babel. Harga tersebut dinilai cukup kompetitif di tengah dinamika pasar rempah dunia.

Petani di Bangka Belitung, Negeri Serumpun Sebalai masih menikmati margin yang relatif stabil dibanding periode sebelumnya.

BACA JUGA:1,37 Ribu Ton Lada Putih Babel Tembus 5 Negara, Nilai Ekspor Capai Rp180 Miliar

Di sisi konsumen, harga lada putih tercatat lebih tinggi. Untuk lada putih butiran atau utuh, harga di pasaran daring berkisar antara Rp180.000 hingga Rp200.000 per kilogram.

Kenaikan harga di tingkat ritel dipengaruhi oleh biaya distribusi dan pengemasan. Produk dengan kualitas premium umumnya memiliki harga jual yang lebih mahal.

Sementara itu, lada putih dalam bentuk bubuk dijual dengan harga yang lebih variatif. Di pasar daring, harganya mulai dari puluhan ribu rupiah hingga sekitar Rp120.000 per kilogram. Tergantung merek dan kualitas.

Perbedaan harga antara lada utuh dan bubuk juga dipengaruhi proses pengolahan. Tingkat kemurnian, standar higienitas, serta metode penggilingan turut menentukan nilai jual.

Faktor lain yang memengaruhi harga adalah ketertelusuran produk. Lada putih dengan standar ekspor dan asal usul yang jelas cenderung memiliki daya saing lebih tinggi.

Kondisi harga ini memperkuat pentingnya hilirisasi lada putih Bangka Belitung. Dengan pengolahan yang lebih baik, nilai tambah komoditas dapat dinikmati lebih luas oleh petani dan pelaku usaha lokal.

BACA JUGA:Harga Lada Putih Bangka Belitung Meroket, Permintaan Dunia Terus Meningkat

Ekspor ke Lima Negara

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: