Cara Mengatasi Kesemutan Kaki Tak Hilang-Hilang? Coba 8 Langkah Ini
Ilustrasi: Cara Mengatasi Kesemutan Kaki Berkepanjangan Secara Alami--(freepik)
BELITONGEKSPRES.CO.ID - Kesemutan pada kaki sering bikin tidak nyaman. Rasanya bisa seperti mati rasa, geli, gatal, merinding, sampai nyeri seperti tertusuk jarum.
Banyak orang mengalaminya saat duduk terlalu lama atau salah posisi tidur. Kabar baiknya, kesemutan umumnya tidak berbahaya dan bisa mereda sendiri.
Tapi kalau kesemutan berulang, lama hilangnya, atau muncul tanpa penyebab jelas, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele.
Kesemutan biasanya terjadi karena saraf dan pembuluh darah tertekan sementara, sehingga aliran darah ke area tersebut terganggu. Inilah yang memunculkan sensasi “kebas” atau “ditusuk-tusuk”.
Area yang paling sering mengalami kesemutan adalah kaki dan tangan. Penyebab paling umum antara lain sebagai berikut:
- Duduk bersila terlalu lama
- Kaki tertekuk dalam waktu panjang
- Tidur menindih tangan
- Posisi tubuh menekan saraf
Kalau penyebabnya seperti itu, kesemutan biasanya cepat hilang saat bagian tubuh digerakkan dan posisinya diperbaiki.
Namun, jika kesemutan muncul terus-menerus, sering kambuh, atau disertai keluhan lain, bisa jadi ada pemicu yang lebih serius seperti masalah saraf atau penyakit tertentu.
BACA JUGA:21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan di 2026, Peserta Wajib Tahu
Kondisi seperti neuropati perifer juga bisa ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau hilang sensasi di kaki dan dianjurkan untuk memeriksakan diri jika keluhan muncul berulang.
Penyebab Kesemutan Berkepanjangan yang Perlu Diwaspadai
Dirangkum dari NHS, Mayo Clinic, dan Cleveland Clinic, kesemutan kaki yang sering kambuh dan tidak hilang-hilang bisa dipicu beberapa kondisi. Berikut penyebab yang perlu Anda waspadai.
1. Kekurangan Vitamin B
Kekurangan vitamin B1, B6, dan B12 dapat membuat fungsi saraf menurun. Akibatnya, kaki jadi lebih rentan kesemutan, kebas, atau nyeri ringan.
2. Diabetes dan Neuropati Diabetik
Pada sebagian penderita diabetes, kesemutan bisa muncul akibat kerusakan saraf yang dikenal sebagai diabetic peripheral neuropathy. Kondisi ini bisa berkembang perlahan dan berdampak pada kaki.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber