Bitcoin Gagal Tembus US$90.000, Kenapa Harga Masih Seret?
Ilustrasi: Harga Bitcoin Masih Tertahan di US$89.000, Ternyata Ini Penyebabnya-Belitong Ekspres/AI-
BELITONGEKSPRES.CO.ID - Pasar kripto bergerak melemah tipis pada Sabtu, 24 Januari 2026 pagi.
Harga Bitcoin (BTC) juga masih belum mampu keluar dari tekanan dan tetap tertahan di kisaran US$89.000, setelah gagal merebut kembali level psikologis US$90.000.
Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati. Kondisi pasar saat ini lebih dipenuhi keraguan ketimbang keyakinan, meski volatilitas tidak sedang meledak.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 10.33 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 0,05% menjadi US$3,03 triliun.
Sementara harga Bitcoin turun tipis 0,03% ke US$89.745 per koin, atau setara sekitar Rp1,5 miliar (kurs Rp16.777) saat artikel ini ditulis.
Pasar Kripto Turun Tipis, Altcoin Bervariasi
Pelemahan juga terlihat pada aset besar lainnya. Mengacu pada Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar, indeks ini turun 0,17%.
BACA JUGA:Bitcoin Berpeluang Cetak Rekor Baru di 2026, Harga Bisa Tembus Segini
Pergerakan altcoin utama pada pagi ini sebagai berikut:
- Ethereum (ETH) turun 0,12% ke US$2.963
- Solana (SOL) turun 0,51% ke US$127
- Dogecoin (DOGE) turun 0,75% ke US$0,12
- Binance Coin (BNB) justru naik 0,23% ke US$892
- XRP naik 0,46% ke US$1,92
Data ini menunjukkan pasar belum punya arah yang benar-benar tegas. Ada aset yang bertahan, ada juga yang masih terseret tekanan.
Bitcoin Sulit Kembali ke US$90.000, Pasar Masuk Zona Tidak Pasti
Dikutip dari TradingView, setelah Bitcoin sebelumnya mengalami penembusan bearish di bawah US$90.000, pergerakan harga kini kembali berada dalam area yang sulit dibaca.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di pasar: apakah koreksi ini hanya guncangan sementara, atau justru awal dari koreksi yang lebih dalam?
Bitcoin saat ini seperti “ditahan” di zona konsolidasi, dengan ruang gerak yang terbatas. Setiap kali mencoba naik, BTC kembali mentok di area resistensi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: investor.id