IHSG Menguat di Sesi I, Sejumlah Saham Langsung Meledak ke ARA
Ilustrasi: IHSG menguat pada sesi I perdagangan, ditopang mayoritas sektor yang menghijau. Sejumlah saham juga melesat tajam hingga menyentuh ARA dan masuk top gainers-Belitong Ekspres/AI-
BELITONGEKSPRES.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menutup perdagangan sesi I Senin (26/1/2026) dengan penguatan.
IHSG naik 21,1 poin atau 0,24% ke level 8.972,11, setelah bergerak di rentang 8.957–9.058 sepanjang paruh pertama perdagangan.
Di tengah penguatan indeks, perhatian pelaku pasar ikut tertuju pada sejumlah saham yang melesat tajam hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) dan langsung masuk jajaran top gainers.
Nilai Transaksi Tembus Rp 20,94 Triliun
Berdasarkan data IDX, aktivitas perdagangan pada sesi I berlangsung cukup ramai. Tercatat sebanyak 33,43 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,94 triliun.
BACA JUGA:Harga Bitcoin Turun di Bawah US$ 88.000, Investor Kripto Siaga The Fed
Frekuensi perdagangan juga tinggi, yakni mencapai 2.408.039 kali transaksi.
Dari sisi pergerakan harga saham, pasar terlihat berimbang tipis. Sebanyak 329 saham menguat, 333 saham melemah, dan 139 saham stagnan.
Sektor Barang Baku Pimpin Penguatan
Mayoritas sektor saham ditutup di zona hijau pada sesi I. Penguatan paling besar ditopang sektor barang baku yang melesat 6,18% dan menjadi pemimpin kenaikan hari ini.
Penguatan juga terjadi pada beberapa sektor lain, antara lain: sektor transportasi naik 1,96%, sektor infrastruktur menguat 1,41%, sektor barang konsumsi primer naik 0,9%, sektor perindustrian bertambah 0,54%.
BACA JUGA:Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Pakar Prediksi Tembus US$ 5.150
Sementara itu, beberapa sektor justru bergerak melemah. Sektor properti turun 0,46%, sektor kesehatan melemah 0,16%, dan sektor keuangan terkoreksi 0,15%.
Bursa Asia Mayoritas Melemah
Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham bergerak negatif pada perdagangan sesi I. Hang Seng (Hong Kong) turun 0,26%, Nikkei (Jepang) anjlok 1,29%, dan Straits Times (Singapura) melemah 0,43%.
Sementara itu, indeks Shanghai (China) menjadi pengecualian karena masih menguat tipis 0,05%.
Pergerakan bursa Asia yang cenderung melemah membuat penguatan IHSG menjadi sorotan tersendiri, terutama karena terjadi saat tekanan eksternal masih terasa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: investor.id