IHSG Anjlok 8 Persen Hingga Trading Halt, Phintraco Sekuritas Ingatkan Risiko Frontier Market
Ilustrasi IHSG anjlok 8 persen dan pengumuman trading halt Bursa Efek Indonesia akibat sentimen negatif MSCI pada Januari 2026-Gemini AI-
BELITONGEKSPRES.CO.ID - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt pada Kamis (29/1/2026) pagi akibat penurunan indeks yang sangat tajam.
Sistem perdagangan Jakarta Automated Trading System (JATS) dibekukan otomatis tepat pada pukul 09.26 WIB setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8,00 persen.
Data perdagangan mencatat pelemahan IHSG mencapai 665,89 poin ke posisi 7.654,66 yang memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku pasar domestik maupun asing.
Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga mengalami koreksi dalam sebesar 62,28 poin atau 7,66 persen ke posisi 750,25 pada sesi pertama.
BACA JUGA:IHSG Anjlok 7,3 Persen Hingga Trading Halt Akibat MSCI, Indonesia Terancam Turun Kasta?
Sesuai regulasi bursa, perdagangan kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 WIB tanpa mengubah jadwal sesi perdagangan selanjutnya.
Pemicu Utama: Sentimen MSCI dan Transparansi Pasar
Penyebab utama jatuhnya indeks hari ini adalah reaksi pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait metodologi penghitungan free float.
MSCI menyoroti transparansi porsi saham yang tersedia untuk publik dan menerapkan kebijakan pembekuan sementara atau interim freeze pada perubahan indeks saham Indonesia.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini fokus mencermati isu MSCI tersebut.
BACA JUGA:Lebih Canggih dari ChatGPT, Ini Keunggulan Gemini 3 yang Ubah Total Wajah Google Search
"Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 8.250 atau 8.000," ujar Ratna dalam analisisnya pada Kamis (29/1/2026), sebagaimana dikutip Antaranews.
Ratna juga memperingatkan investor untuk mewaspadai jika IHSG menembus level psikologis 8.000 karena berpotensi dapat menguji level lebih rendah di 7.850.
Ancaman Degradasi ke Frontier Market
Ratna menambahkan bahwa apabila hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan signifikan terkait aksesibilitas pasar, MSCI berpotensi meninjau ulang status Indonesia.
Indonesia menghadapi risiko penurunan status pasar dari kategori Emerging Markets menjadi Frontier Market yang memiliki reputasi likuiditas lebih rendah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: