IHSG Ditutup Menguat ke 8.329, Rupiah Melemah dan Harga Emas Antam Anjlok
Ilustrasi pergerakan grafik IHSG, mata uang rupiah, dan harga emas pada penutupan perdagangan (30/1/2026)-(Foto: Belitong Ekspres/Gemini AI)-
BELITONGEKSPRES.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan pekan ini di zona hijau.
Indeks tercatat menguat 1,18 persen atau naik 96,95 poin ke level 8.329,15 pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Januari 2026.
Kebangkitan indeks ini menjadi sinyal positif setelah pasar modal domestik sempat didera volatilitas ekstrem selama beberapa hari terakhir.
Investor tampak mulai merespon positif langkah tegas regulator dalam menjaga stabilitas bursa.
Sikap otoritas bursa yang mulai menerapkan ketentuan free float minimal 15 persen menjadi pendorong utama kepercayaan pasar.
BACA JUGA:IHSG Bertahan di Zona Hijau 30 Januari 2026, Kevin Warsh Jadi Sorotan Global
Langkah ini dinilai sebagai respon cepat terhadap tantangan dari indeks global seperti MSCI.
Rupiah Melemah dan Isu Ketua The Fed
Berbeda dengan bursa saham, nilai tukar rupiah justru ditutup sedikit melemah pada perdagangan sore ini.
Kurs rupiah berada di level Rp16.796 per dolar Amerika Serikat (AS) merujuk data JISDOR Bank Indonesia.
Pelemahan tipis ini dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS di pasar global.
Pelaku pasar tengah mengantisipasi pengumuman nama Kevin Warsh sebagai kandidat kuat Ketua The Fed yang baru.
BACA JUGA:IHSG Melesat Lawan Arus Asia, Respon Sikap Regulator dan Menanti Ketua The Fed Baru
Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan segera menetapkan pengganti Jerome Powell dalam waktu dekat.
Isu suksesi kepemimpinan bank sentral dunia ini memicu ketidakpastian di mayoritas mata uang negara berkembang.
Harga Emas Antam Anjlok Tajam
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: