Apa yang Harus Dilakukan Investor Pemula Saat Pasar Saham Turun
Ilustrasi investor pemula perlu tetap tenang dan rasional saat pasar saham mengalami penurunan-Ist-
BELITONGEKSPRES.CO.ID - Pasar saham tidak selalu bergerak naik. Penurunan tajam adalah bagian dari dinamika investasi yang wajar terjadi dalam jangka panjang.
Pada akhir Januari 2026, indeks harga saham gabungan sempat turun signifikan hingga memicu penghentian perdagangan sementara.
Peristiwa ini menjadi contoh bahwa volatilitas bisa datang kapan saja dan perlu disikapi dengan pemahaman yang tepat.
Memahami Volatilitas Pasar Saham
Volatilitas menggambarkan pergerakan harga saham yang naik dan turun dalam waktu relatif singkat. Kondisi ini mencerminkan reaksi pasar terhadap informasi, sentimen, dan ekspektasi pelaku investasi.
Dalam sejarah pasar modal, fase volatil selalu muncul berulang. Tidak ada pasar yang terus naik tanpa jeda koreksi.
BACA JUGA:Iseng-iseng Berhadiah! 5 Game Ini Bisa Tambah Saldo DANA, Gratis Tanpa Deposit
Mengapa Pasar Saham Bisa Turun Tajam
Penurunan pasar dapat dipicu faktor global maupun domestik. Kebijakan moneter, arus modal asing, serta isu tata kelola sering memengaruhi kepercayaan investor.
Reaksi psikologis juga berperan besar. Ketakutan yang menyebar cepat dapat mendorong aksi jual serentak dan memperdalam tekanan indeks.
Prinsip Mental Investor Pemula Saat Pasar Turun
Investor pemula sering diuji secara emosional saat pasar melemah. Tanpa prinsip mental yang jelas, keputusan mudah dipengaruhi rasa panik.
1. Penurunan Adalah Bagian dari Siklus Investasi
Pasar saham bergerak dalam siklus naik dan turun. Koreksi bukan pertanda kegagalan, melainkan proses penyeimbangan yang alami.
BACA JUGA:IHSG Bertahan di Zona Hijau 30 Januari 2026, Kevin Warsh Jadi Sorotan Global
Banyak indeks besar dunia pernah mengalami penurunan signifikan sebelum kembali pulih. Kesabaran menjadi bagian penting dari strategi investasi.
2. Bedakan Rugi di Atas Kertas dan Rugi Nyata
Penurunan nilai portofolio yang terlihat belum tentu kerugian nyata. Kerugian baru terealisasi ketika aset dijual pada harga rendah.
Selama investor tidak menjual, peluang pemulihan masih ada. Waktu menjadi faktor penentu dalam investasi jangka panjang.
3. Fokus pada Tujuan Investasi Jangka Panjang
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: ajaib sekuritas