Kualitas Udara Belitung Mulai Menurun, Dampak Cuaca Ekstrem dan Karhutla
Ilustrasi: Petugas Damkar memadamkan kebakaran lahan di Belitung --(Foto: Ist/BPBD Belitung)
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Kualitas udara di Kabupaten Belitung mulai menurun akibat cuaca ekstrem dan karhutla yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta suhu panas ekstrem mempercepat penurunan kualitas udara di wilayah Belitung. Situasi ini dinilai semakin mengkhawatirkan seiring kondisi lahan yang kian kering dan mudah terbakar.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Belitung, Lutfi Avian, mengatakan pihaknya terus memantau kualitas udara melalui aplikasi Nafas.id dan IQAir.
BACA JUGA:Momentum Lebaran di Babel Tingkatkan Perekonomian Sektor Wisata
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi udara tetap dalam batas aman.
Berdasarkan data Nafas.id pada Selasa 17 Maret 2026, kualitas udara di Belitung masih berada dalam kategori baik. Namun, alat pemantau saat ini tengah dalam proses pemeliharaan.
Sementara itu, data dari IQAir yang memanfaatkan sistem satelit BRIN menunjukkan tren berbeda. Kualitas udara Belitung mulai menurun dari kategori baik menjadi “warning” atau sedang.
“Ya tentu kita khawatir dengan banyak kebakaran hutan dan lahan terhadap kualitas udara. Ditambah lagi dampak cuaca ekstrem panas di Belitung juga bisa menurunkan kualitas udara,” kata Lutfi, Sabtu (28/3/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Di antaranya membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, serta aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan api.
BACA JUGA:Jadwal Festival Usia Dini Belitung 2026, Dispora Siapkan Bibit Atlet Muda
Menurutnya, kondisi lahan yang kering saat ini membuat wilayah Belitung sangat rentan terhadap kebakaran. Risiko karhutla akan semakin tinggi jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Saat ini kondisi lahan kita dalam keadaan kering dan mudah terbakar,” ujarnya.
DLH Belitung juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Upaya pencegahan dinilai penting agar kebakaran tidak meluas dan kualitas udara tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: