Realisasi KUR Babel Tembus Rp456,9 Miliar, Capai 29 Persen di Triwulan I 2026
Ilustrasi: Realisasi Penyalur KUR Babel Tembus Rp456,9 Miliar, Capai 29 Persen di Triwulan I 2026--(Antara)
PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif.
Hingga awal tahun ini, KUR yang tersalurkan sudah mencapai Rp456,9 miliar atau sekitar 29 persen dari target tahunan sebesar Rp1,6 triliun.
Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Provinsi Babel, Riza Aryani.
Ia menyebutkan, penyaluran KUR tersebut telah menjangkau 11.823 debitur yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, mulai dari Pangkalpinang hingga Belitung.
BACA JUGA:Perumda Belitung Ultimatum Pencurian Air, Warga Diberi Waktu 1 Bulan untuk Melapor
“Alhamdulillah, serapan KUR triwulan pertama tahun ini menunjukkan tren positif untuk memperkuat perekonomian masyarakat,” ujar Riza dikutip dari Antara, Jumat 10 April 2026.
Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku usaha di Babel masih memiliki optimisme tinggi dalam mengembangkan usaha. Terutama melalui akses pembiayaan KUR yang relatif mudah dan terjangkau.
Dari sisi sektor, penyaluran KUR masih didominasi oleh perdagangan besar dan eceran. Sektor ini menyerap dana sebesar Rp131,45 miliar dengan jumlah debitur mencapai 7.279 orang.
Sementara itu, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan justru mencatat nilai penyaluran terbesar, yakni mencapai Rp220,16 miliar dengan 3.223 debitur. Angka ini menunjukkan sektor primer masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
BACA JUGA:Traffic Light Pangkallalang Dipindah, BPTD Babel Pastikan Tidak Ganggu Keselamatan
Selain dua sektor utama tersebut, penyaluran KUR juga menyasar berbagai sektor lain. Di antaranya sektor kemasyarakatan, sosial, budaya, hiburan, dan perorangan sebesar Rp20,73 miliar untuk 356 debitur.
Kemudian sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan menyalurkan Rp41,75 miliar kepada 312 debitur. Sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi juga mencatat angka serapan yang sama, yakni Rp41,75 miliar dengan jumlah debitur serupa.
Di sektor industri pengolahan, KUR tersalurkan sebesar Rp10,09 miliar kepada 175 debitur. Sementara sektor perikanan mencapai Rp19,21 miliar untuk 339 debitur.
Penyaluran juga menjangkau sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar Rp215 juta dengan empat debitur, serta sektor pendidikan Rp635 juta untuk tujuh debitur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara