Program GENTING Beltim Baru Jangkau 43% Sasaran, Wabup Ajak Semua Pihak Perangi Stunting

Program GENTING Beltim Baru Jangkau 43% Sasaran, Wabup Ajak Semua Pihak Perangi Stunting

Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, bersama Kepala BKKBN Babel Fazar Supriadi Sentosa, menyerahkan bantuan Program GENTING, Selasa 14 Juli 2026-Istimewa-

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus diperkuat melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Hingga akhir Juni 2026, program tersebut baru menjangkau 188 dari total 433 sasaran atau sekitar 43,42 persen. Dengan demikian, kolaborasi lintas sektor terus didorong untuk memperluas pendampingan bagi keluarga berisiko.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyaluran bantuan GENTING kepada keluarga sasaran di Desa Kurnia Jaya dan Desa Mekar Jaya, Selasa 14 Juli 2026.

Bantuan diserahkan Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fazar Supriadi Sentosa.

BACA JUGA:Retribusi Beltim Melonjak 544 Persen, Fraksi PDIP Minta Penjelasan Pemkab

Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim Melta Indah Nurhayati serta Ketua Baznas Beltim Edi Febrianto yang berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dalam program tersebut.

Fokus Dampingi Ibu Hamil Berisiko

Bantuan diberikan kepada dua keluarga prioritas yang masuk kategori berisiko stunting. Yakni ibu hamil usia muda yang membutuhkan pendampingan serta pemenuhan gizi selama masa kehamilan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Babel, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan Program GENTING dirancang untuk mencegah stunting sejak awal melalui pendampingan keluarga yang memiliki faktor risiko.

Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga usia ibu hamil menjadi perhatian dalam menentukan sasaran program.

BACA JUGA:Karang Taruna Desa Buding Regenerasi Pengurus Lewat Kemah Bakti, Kolaborasi KKN IPB Dorong Potensi Wisata

"Kalau keluarga seperti ini tidak kita dampingi, dikhawatirkan anak yang dilahirkan berisiko mengalami stunting. Kondisi rumah yang sederhana ditambah usia ibu yang masih sangat muda menjadi faktor yang harus mendapat perhatian bersama," ujar Fazar.

Ia menegaskan bantuan yang diberikan sengaja berupa bahan pangan bergizi seperti telur dan susu agar manfaatnya dapat langsung dirasakan ibu hamil.

"Kami sengaja memberikan bantuan dalam bentuk makanan bergizi, bukan uang tunai. Harapannya nutrisi benar-benar diterima ibu hamil sehingga dapat mendukung tumbuh kembang janin secara optimal," katanya.

Penanganan Stunting Butuh Kolaborasi

Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar menilai keberhasilan menekan angka stunting tidak mungkin hanya mengandalkan peran pemerintah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait