Pesantren di Sungailiat Tanam 2.000 Pisang Cavendish, Target Panen 40 Ton
Kepala Ponpes Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, ustadz Sukaryadi saat meninjau perkebunan pisang cavendish di kawasan Air Anyir-Foto: Istimewa-
SUNGAILIAT, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre SUNGAILIAT, Bangka, mulai menyiapkan lahan untuk budidaya 2.000 batang pisang cavendish.
Program ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pertanian, tetapi juga diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru bagi pesantren melalui skema kemitraan dengan perusahaan budidaya.
Kepala Ponpes Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, ustadz Sukaryadi mengatakan budidaya pisang cavendish tersebut rencananya dimulai pada awal musim penghujan, sekitar November 2026.
Kata dia, persiapan lahan saat ini tengah dilakukan untuk memastikan area perkebunan siap digunakan ketika penanaman dimulai.
"Insyaallah penanamannya dilaksanakan di awal-awal musim penghujan. Perkiraan di November. Saat ini, kita sedang mempersiapkan lahannya," ujar Sukaryadi, Kamis (13/8/2026).
BACA JUGA:GIHES 2026 Batasi Peserta Hanya 300 Tokoh Pendidikan Dunia, Bahas Masa Depan Pesantren
Lokasi budidaya berada di kawasan perkebunan Islamic Centre Sungailiat dengan luas sekitar satu hektare.
Jika terealisasi sesuai rencana, program tersebut akan menjadi salah satu langkah pesantren dalam mengembangkan kegiatan produktif berbasis pertanian.
Gandeng Mitra untuk Budidaya Cavendish
Pengembangan pisang cavendish dilakukan melalui kerja sama dengan CV Agre Fresh Tropical, perusahaan yang disebut memiliki pengalaman dalam budidaya komoditas tersebut.
Kerja sama menggunakan pola kemitraan. Dalam skema ini, CV Agre Fresh Tropical menanggung investasi berupa penyediaan bibit dan pupuk kimia dengan nilai sekitar Rp35 juta.
BACA JUGA:10 Kreator Terkaya Dunia 2026 Versi Forbes, MrBeast Masih Tak Tergeser
Sementara itu, pihak Islamic Centre menyediakan lahan untuk perkebunan serta pupuk kandang yang diperoleh melalui perusahaan mitra.
"Kami menyiapkan lahannya dan pupuk kandang yang dibeli dari CV tersebut. Mereka juga akan melakukan pendampingan secara penuh," kata Sukaryadi.
Pendampingan tersebut dilakukan sejak tahap awal penanaman hingga tanaman memasuki masa panen dan penanganan setelah panen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: