Wartawan Beltim Soroti Penanganan Kasus Timah, Minta Akses Informasi Setara

Wartawan Beltim Soroti Penanganan Kasus Timah, Minta Akses Informasi Setara

Wartawan meliput ratusan karung berisi bijih timah yang sebelumnya diamankan di Pos TNI AL Manggar, Belitung Timur (Beltim), mulai dipindahkan ke Tanjungpandan, Senin (17/8/2026)-Foto: Muchlis Ilham/BE-

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyoroti penanganan perkara bijih timah yang terjadi di wilayah hukum Beltim.

Pasalnya, barang bukti hingga agenda konferensi pers untuk sejumlah perkara tersebut justru dipusatkan di Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Kondisi itu dinilai membuat wartawan yang sehari-hari meliput di Beltim tidak selalu mendapatkan akses informasi secara langsung dari aparat penegak hukum terkait perkembangan perkara di wilayah tugas.

Para jurnalis Beltim menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian, terutama untuk memastikan akses informasi yang setara bagi seluruh wartawan dalam meliput kasus hukum yang terjadi di daerah.

BACA JUGA:176 Karung Pasir Timah Hendak Diselundupkan dari Belitung, 2 Orang Diamankan Polisi

Menurut mereka, keberadaan wartawan lokal di lapangan penting karena informasi mengenai kasus tersebut dibutuhkan masyarakat Beltim secara cepat, akurat, dan berimbang.

Sorotan itu kembali muncul setelah sejumlah kasus bijih timah yang diamankan di wilayah Beltim dibawa ke Tanjungpandan untuk penanganan dan penyampaian informasi kepada publik.

Salah satunya terkait pengungkapan 28 ton bijih timah yang sebelumnya diamankan dan kemudian dibawa dari Polres Belitung Timur ke Tanjungpandan.

Kasus lainnya menyangkut 80 ton bijih timah yang diamankan dari wilayah Manggar oleh Pos TNI Angkatan Laut (TNI AL) Manggar sebelum kemudian dibawa ke Tanjungpandan.

BACA JUGA:Ekspor Lada Putih Babel Naik 25,75 Persen, Kini Dibidik 1.200 Resto di 63 Negara

Wartawan Beltim Pertanyakan Akses Informasi


--

Sejumlah wartawan Beltim mengaku kerap diarahkan untuk menunggu konferensi pers di Tanjungpandan ketika berupaya mendapatkan informasi mengenai perkara tersebut.

Kondisi ini dinilai menyulitkan wartawan yang bertugas di Beltim untuk memperoleh informasi secara cepat. Terutama karena peristiwa dan proses awal pengamanan barang bukti berlangsung di wilayah mereka.

“Kalau kejadiannya di Belitung Timur, tentu kami berharap wartawan yang bertugas di Beltim juga mendapatkan akses informasi yang sama. Selama ini kami selalu aktif memberitakan berbagai kejadian dan kasus yang terjadi di wilayah hukum Belitung Timur,” ujar Niza Karyadi, wartawan Potret Indonesia, Senin (17/8/2026).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait