Desil DTSEN Bisa Berubah? BPS Jelaskan Data yang Jadi Penentunya
Ilustrasi DTSEN dan penentuan desil kesejahteraan masyarakat berdasarkan pembaruan data sosial ekonomi-IST/AI-
JAKARTA, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Peringkat desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat berubah seiring pembaruan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Artinya, posisi desil sebuah keluarga tidak bersifat permanen. Ketika data yang menjadi dasar penilaian diperbarui, peringkat kesejahteraannya juga bisa ikut berubah.
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan, penentuan desil tidak hanya berdasarkan pendapatan atau pengeluaran rumah tangga.
Ada lebih dari 40 variabel yang digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih menyeluruh.
Karena itu, ketika posisi desil dirasa tidak lagi menggambarkan keadaan keluarga saat ini, yang perlu diperhatikan adalah akurasi data dasarnya.
BACA JUGA:Cara Ubah Desil DTSEN 2026 Lewat HP, Siapkan KK dan NIK KTP
Direktur Metodologi dan Sains Data BPS Setia Pramana mengatakan, pemutakhiran seharusnya dilakukan terhadap data yang menggambarkan kondisi masyarakat, bukan sekadar mengejar perubahan angka desil.
“Bukan desilnya yang harus dimutakhirkan, tetapi datanya. Kondisi masyarakat harus di-update sesuai kondisi saat ini,” ujar Setia, dikutip dari Antara, Minggu (13/9/2026).
BPS Soroti Data yang Tidak Lagi Sesuai Kondisi Terkini
Setia mengatakan ketidaksesuaian peringkat desil masih dapat ditemukan di masyarakat.
Hal itu dapat terjadi karena kondisi sosial ekonomi rumah tangga bersifat dinamis. Pendapatan, pekerjaan, kondisi tempat tinggal, hingga kepemilikan aset seseorang dapat mengalami perubahan.
Oleh sebab itu, pembaruan data diperlukan agar informasi yang digunakan dalam DTSEN tidak tertinggal dari kondisi sebenarnya.
BPS juga membuka peluang untuk memperluas integrasi data dengan kementerian dan lembaga lain.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran sosial ekonomi masyarakat yang lebih akurat.
“Kalau bicara data, sangat memungkinkan kita berkolaborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga,” kata Setia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: