Prediksi Musim Hujan 2026, BMKG: Datang Lebih Lambat, Durasi Lebih Singkat

Prediksi Musim Hujan 2026, BMKG: Datang Lebih Lambat, Durasi Lebih Singkat

Ilustrasi hujan di Indonesia. BMKG memprediksi musim hujan 2026 datang lebih lambat dengan durasi yang lebih singkat--Foto: Antara

JAKARTA, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Musim hujan 2026 diprediksi tidak datang sesuai pola biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan di banyak wilayah Indonesia mengalami kemunduran.

Kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang. Akibatnya, periode musim hujan tahun ini juga diperkirakan menjadi lebih singkat.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, mengatakan panjangnya musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi mundurnya awal musim hujan.

“Karena musim kemarau kita sudah mundur, sudah cukup panjang. Sehingga musim penghujan kita diprediksi oleh BMKG akan lebih pendek,” ungkap Marjuki dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

BACA JUGA:El Nino Sangat Kuat Berlanjut hingga Awal 2027, BMKG Ingatkan Risiko Musim Kering

Meski durasinya diperkirakan lebih pendek, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti curah hujan akan rendah sepanjang musim. BMKG justru memperkirakan terdapat sejumlah hari dengan intensitas hujan yang lebih tinggi dari kondisi normal.

Menurut Marjuki, peningkatan intensitas tersebut tidak terjadi setiap hari. BMKG masih melakukan pengukuran untuk memastikan apakah hujan dengan intensitas tinggi tersebut masuk kategori ekstrem atau tidak.

“Mungkin akan lebih intensitasnya lebih tinggi dari biasanya. Ada hari-hari, enggak setiap hari, yang mungkin nanti. Apakah itu ekstrem atau tidak, nanti kita ukur,” ujarnya.

Prediksi musim hujan 2026 sebelumnya juga telah disampaikan BMKG. Mayoritas wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dibandingkan pola normal.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari pengaruh fenomena El Nino serta musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dan kering di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:Karhutla 2026 di Belitung Tembus 105 Kasus, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Musim Kemarau

Marjuki menjelaskan, kondisi kemarau yang lebih panjang membuat perubahan menuju musim hujan ikut bergeser.

Karena itu, masyarakat perlu mencermati perkembangan cuaca dan informasi terbaru dari BMKG, terutama ketika memasuki periode peralihan musim.

“Kita memprediksi bahwa awal musim hujan kita ini semuanya adalah mundur dari awalnya. Ini masih sejalan dengan prediksi BMKG bahwa kemarau kita itu lebih panjang, sehingga awal musim hujan kita akan mundur,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara