SEKAR dan PHE OSES Dukung Pengembangan Kepiting Bakau di Beltim
Ilustrasi kepiting bakau yang menjadi komoditas pengembangan usaha alternatif masyarakat pesisir Belitung Timur-- (Foto Dok. SIMPAN Kalimantan)
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Serikat Khalayak Lestari (SEKAR) bersama PHE OSES bersama mendorong pengembangan usaha penggemukan kepiting bakau sebagai sumber ekonomi alternatif masyarakat pesisir Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengembangan usaha ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi kawasan mangrove sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Pemanfaatan Kawasan Perhutanan Sosial yang digelar Selasa (6/10/2026) di Meeting Room Guest Hotel, Kecamatan Manggar.
Kegiatan ini diinisiasi KPLPB dan SEKAR bersama UPTD KPHP Gunung Duren serta melibatkan 15 kelompok perhutanan sosial yang memiliki kawasan kelola mangrove di Beltim.
BACA JUGA:Kepiting Bakau Jadi Peluang Ekonomi Baru di Beltim, Selanduk Permai Panen 70 Kg
Ketua KPLPB dan SEKAR, Teblyandi, S.AB, mengatakan kawasan perhutanan sosial memiliki potensi ekonomi yang perlu diidentifikasi dan dikembangkan melalui usaha produktif berbasis masyarakat.
Menurutnya, pengembangan usaha alternatif menjadi penting di tengah tekanan ekonomi akibat fluktuasi harga timah dan melemahnya aktivitas pertambangan.
“Potensi yang ada di kawasan perhutanan sosial harus dapat dimanfaatkan secara optimal, tentunya dengan tetap memperhatikan aturan dan kelestarian kawasan,” ujar Teblyandi.
Ia berharap pendampingan dan penguatan kapasitas kelompok dapat membuka peluang usaha baru yang sesuai dengan potensi masing-masing kawasan.
BACA JUGA:Wabup Beltim Soroti Pengecer BBM Tak Aktif, 110 Kartu Kendali Akan Diurai
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki akses untuk mengelola kawasan perhutanan sosial, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Kepala UPTD KPHP Gunung Duren, Jookie Vebriansyah, S.Kom, yang membuka kegiatan tersebut, turut menekankan pentingnya pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.
Sinergi antara kelompok masyarakat, pemerintah, dan mitra perusahaan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kawasan tanpa mengabaikan ketentuan serta prinsip pelestarian lingkungan.
Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai regulasi pemanfaatan kawasan perhutanan sosial dari Dedy Ilhamsyah, S.Ikom, Kepala KPHP Belantu Mendanau Kabupaten Belitung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: