PT SMM Siapkan Solusi Plasma Sawit di Beltim, Ini Opsi yang Ditawarkan

PT SMM Siapkan Solusi Plasma Sawit di Beltim, Ini Opsi yang Ditawarkan

Humas PT SMM Alan menjelaskan opsi pembelian lahan dan kemitraan untuk pengembangan kebun plasma sawit dalam RDP di DPRD Beltim, Senin (12/10/2026)-Foto: Muchlis Ilham/BE-

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM), anak perusahaan PT First Resources (FR) Group menyatakan terbuka terhadap aspirasi masyarakat terkait tuntutan kebun plasma 20 persen di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut menawarkan solusi dengan mencarikan lahan yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membangun kebun plasma melalui skema kerja sama.

Humas PT SMM, Alan, mengatakan perusahaan berkomitmen menjalankan kegiatan usaha sesuai regulasi yang berlaku.

Pihaknya juga membuka ruang diskusi untuk mencari solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak aktivitas perusahaan.

BACA JUGA:Kawal Tuntutan Plasma Sawit 20 Persen, DPRD Beltim Siapkan Langkah ke ATR/BPN

"Pada dasarnya kami dari perusahaan tetap berpegang pada regulasi yang ada. Kami juga membuka diri terhadap masukan-masukan dari masyarakat yang dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat," kata Alan, ditemui usai RDP di ruang rapat DPRD Beltim, Senin (12/10/2026).

Terkait tuntutan masyarakat Desa Jangkang mengenai kewajiban plasma dan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU), Alan mengatakan persoalan tersebut masih menunggu kejelasan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Menurutnya, pertanyaan mengenai masa berlaku HGU perusahaan telah disampaikan melalui forum audiensi bersama DPRD dan masyarakat. Karena itu, pihaknya menunggu hasil koordinasi dan penjelasan dari kementerian terkait.

Alan menjelaskan, perusahaan selama ini telah memfasilitasi program plasma melalui tujuh koperasi dan satu badan usaha milik desa (BUMDes).

BACA JUGA:Puluhan Tahun Tunggu Plasma Sawit, Warga Jangkang dan Nyurok Tuntut Kepastian PT SMM

Program tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Balok, Desa Dendang, Kecamatan Dendang, serta sebagian wilayah Kecamatan Simpang Pesak.

Namun, ia mengaku belum mengingat secara pasti persentase kebun plasma yang telah direalisasikan perusahaan.

Alan mengakui keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan kebun plasma di Beltim. Sebagian lahan telah masuk dalam kawasan HGU perusahaan lain maupun kawasan pertambangan, sehingga ruang untuk pengembangan kebun masyarakat menjadi terbatas.

Sebagai alternatif, PT SMM menawarkan upaya pencarian lahan yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kebun plasma.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait