Karhutla Beltim 2026 Capai 411 Kasus, Diklaim Tertinggi di Babel
Petugas BPBD Belitung Timur (Beltim) berjibaku memadamkan api yang membakar lahan semak belukar--Foto: Dok/BPBD Beltim
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan di Belitung Timur (Beltim) telah mencapai 411 kejadian dengan luas area terdampak 832 hektare hingga 27 Oktober 2026.
Jumlah tersebut diklaim sebagai kasus yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meski frekuensi kebakaran mulai menurun setelah mencapai puncak pada Agustus.
Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Beltim menunjukkan kebakaran mulai tercatat sejak penghujung Juni 2026.
Kondisi lahan yang semakin kering turut meningkatkan risiko kebakaran, sementara angin kencang dapat mempercepat perambatan api.
BACA JUGA:Bupati Beltim Dorong Perbaikan Tata Kelola Alokon, BKKBN Ingatkan Stok Jangan Kosong
Kepala Pelaksana BPBD Beltim, Robby Yanuar, mengatakan jumlah kejadian dan luas lahan terdampak di Beltim menjadi yang tertinggi di Babel berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah.
Kecamatan Manggar Catat Kejadian Terbanyak
Sebaran kebakaran di Beltim terkonsentrasi di sejumlah kecamatan. Manggar mencatat 160 kejadian, disusul Gantung dengan 119 kejadian dan Damar sebanyak 98 kejadian.
Pada tingkat desa, Desa Padang di Kecamatan Manggar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 112 kejadian.
Desa Sukamandi di Kecamatan Damar dan Desa Selingsing di Kecamatan Gantung masing-masing mencatat 63 kejadian.
Data tersebut memperlihatkan perbedaan jumlah kejadian antarwilayah. Pemetaan lokasi kebakaran menjadi salah satu bahan penting untuk menentukan prioritas pemantauan dan penanganan di lapangan.
BACA JUGA:SPAM Manggar Beltim Krisis Air akibat Kemarau, Pelayanan Pelanggan Terganggu
Kasus Menurun setelah Puncak Agustus
Jumlah kebakaran tertinggi tercatat pada Agustus 2026, dengan 143 kejadian. Pada September, angkanya turun menjadi 109 kejadian, sedangkan sepanjang Oktober hingga Selasa (27/10/2026) tercatat 68 kejadian.
Robby mengatakan, pada puncak kebakaran Agustus, jumlah kejadian bisa mencapai 10 hingga 12 kali dalam sehari. Memasuki Oktober, frekuensinya masih berkisar tiga hingga lima kejadian per hari.
“Puncaknya sendiri terjadi di bulan Agustus. Per Agustus itu 143 kejadian dan per hari ini, Oktober, ada 68 kejadian,” kata Robby, dikutip dari portal resmi Pemkab Beltim, Rabu (28/10/2026).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: