Banjir Rob Mengintai Pesisir Babel saat Pancaroba, BPBD Minta Warga Waspada

Banjir Rob Mengintai Pesisir Babel saat Pancaroba, BPBD Minta Warga Waspada

Foto dokumentasi banjir rob yang menggenangi kawasan Pantai Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung-Foto: Dok/BE-

PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Warga yang tinggal di kawasan pesisir Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diminta meningkatkan kewaspadaan memasuki November 2026.

Peralihan dari musim kemarau panjang menuju musim hujan berpotensi meningkatkan risiko banjir rob, terutama ketika hujan lebat terjadi bersamaan dengan pasang air laut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel mengingatkan adanya ancaman gelombang tinggi, kenaikan air pasang, hingga angin kencang selama periode pancaroba.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Babel, Agus Afandi, mengatakan perubahan pola cuaca pada awal November perlu diantisipasi karena dapat memicu sejumlah bencana hidrometeorologi.

BACA JUGA:Beri Semangat Atlet Belitung di Porprov Babel 2026, Bupati Siapkan Bonus Rp2,59 Miliar

"Selama musim pancaroba ini akan memunculkan musim angin barat yang cukup ekstrem, sehingga berpotensi terjadi gelombang tinggi dan meningkatnya air pasang laut di daerah ini," kata Agus, Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, musim pancaroba di Babel mulai berlangsung pada awal November 2026. Perubahan cuaca dari kondisi panas menuju musim hujan tersebut berpotensi memicu banjir, banjir rob, angin kencang, hingga angin puting beliung.

"Kita sudah memperkirakan sebelumnya, bahwa pada awal November tahun ini Kepulauan Babel sudah memasuki musim pancaroba, antara musim panas ke musim hujan yang tentunya akan menimbulkan berbagai cuaca ekstrem," jelasnya.

Hujan Lebat dan Air Pasang Ancam Wilayah Pesisir

BPBD Babel menaruh perhatian khusus terhadap kawasan pesisir dan dataran rendah. Wilayah di sekitar pantai, bantaran sungai, serta permukiman yang berada di daerah rendah berpotensi terdampak ketika hujan deras berlangsung bersamaan dengan pasang laut.

BACA JUGA:Museum Badau Punya Potensi Wisata Sejarah, Ketua DPRD Belitung Dorong Pengembangan

Kondisi tersebut dapat menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman. Risiko banjir rob juga meningkat apabila saluran air tidak mampu mengalirkan limpasan hujan dengan baik.

"Apabila terjadi hujan dan air pasang laut, biasanya akan terjadi banjir rob di wilayah-wilayah pesisir yang rendah terutama daerah di pinggiran sungai dan pantai," ujar Agus.

Ancaman tersebut perlu diperhatikan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan genangan. Perubahan cuaca dan kondisi pasang laut dapat membuat wilayah pesisir menghadapi risiko banjir dalam waktu bersamaan.

Sungai Dangkal dan Sampah Perlu Segera Dibersihkan

Selain faktor cuaca dan pasang laut, kondisi aliran sungai juga menjadi perhatian BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara