BELITONGEKSPRES.CO.ID, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan 31.553 Depot Air Minum (DAM) tidak layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP). Bahkan dari total 60.272 DAM yang tercatat, hanya 28.719 yang layak. Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Kemendag, Veri Anggrijono mengatkan, bahwa hal ini jelas melanggar terkait perlindungan konsumen. Dugaan pelanggaran Depot Air Minum isi ulang ini meliputi alat ultraviolet (UV) yang sebagian besar melewati batas maksimal pemakaian serta hanya 1.183 yang bersertifikat. Kemudian 28.719 yang Layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP) dari 60.272 DAM isi ulang yang tercatat. "Banyak pula DAM menyediakan galon bermerek dan stok air minum dalam wadah siap dijual yang melanggar ketentuan dan merugikan perusahaan pemilik galon,'' kata Veri, Kamis (14/10). Selain soal Depot Air Minum, temuan dugaan pelanggaran juga pada produk emas. Seperti gelang yang ditambah material kabel di dalamnya untuk memanipulasi berat, perhiasan emas yang dijual dengan kadar emas dan hasil uji kadar emas di bawah yang dijanjikan kepada konsumen. "Ditemukan pula temuan cincin kuningan berlapis emas yang dijual dengan kadar emas 80 persen dan penggunaan material lain (per/spiral) yang dihitung sebagai berat emas di dalam gelang," ungkapnya. Selain terkait isu depot air minum dan emas, Veri juga mengungkap kecurangan terkait ketidaksesuaian (discrepancy) pengukuran pada distribusi BBM. ''Flowmeter digunakan saat transaksi atau penyerahan BBM ke pihak SPBU. Jika flowmeter tidak ditera, akan menimbulkan kerugian bagi konsumen sekaligus negara,'' terangnya. Veri juga memastikan akan terus menggalakkan pelaksanaan kegiatan perlindungan konsumen. Kegiatan ini meliputi pendidikan usia dini, pembinaan pelaku usaha untuk pemenuhan standar dan pengendalian mutu; pengawasan barang beredar; dan pengukuran dan takaran secara tepat. Tidak ketinggalan memastikan tertib niaga di semua pasar dan gerai transaksi perdagangan. ''Di samping pelaku usaha yang bertanggung jawab, konsumen yang cerdas, teliti, serta memahami hak dan kewajiban sangatlah dibutuhkan dalam rangka mewujudkan iklim perdagangan yang baik,'' ungkap Veri. ''Nilai tersebut menunjukkan bahwa konsumen telah mampu menggunakan hak dan kewajiban konsumen untuk menentukan pilihan terbaik, termasuk menggunakan produk dalam negeri bagi diri dan lingkungannya,'' pungkasnya.(der/fin)
Banyak Temuan Depot Air Minum Tak Layak!
Jumat 15-10-2021,12:58 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 30-10-2026,16:34 WIB
Bocoran Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Terungkap, Harga Fantastis, Baterai Lebih Kecil
Jumat 30-10-2026,16:56 WIB
HP Gaming Terbaru 2026, Infinix GT 50 Pro Tawarkan Performa Gahar dengan Pendingin Cair
Jumat 30-10-2026,13:28 WIB
KUR BSI 2026 Rp100 Juta, Cek Simulasi Angsuran 1–5 Tahun dan Syarat Pengajuan
Jumat 30-10-2026,13:55 WIB
Keunggulan Kamera Galaxy Z Fold8 Ultra: 200MP, Ultra Wide 50MP, Telefoto 3x
Jumat 30-10-2026,22:29 WIB
Jusav Swimming Competition 2026 se-Pulau Belitung Bergulir, 9 Klub Turunkan 350 Atlet
Terkini
Jumat 30-10-2026,23:45 WIB
Redmi K100 Hadir dengan Baterai Monster 10.000 mAh, Ini Spesifikasi dan Harganya
Jumat 30-10-2026,23:07 WIB
Dafam Double Treat Belitung, Staycation Mulai Rp550 Ribu Sudah Termasuk Dinner 2 Orang
Jumat 30-10-2026,22:29 WIB
Jusav Swimming Competition 2026 se-Pulau Belitung Bergulir, 9 Klub Turunkan 350 Atlet
Jumat 30-10-2026,16:56 WIB
HP Gaming Terbaru 2026, Infinix GT 50 Pro Tawarkan Performa Gahar dengan Pendingin Cair
Jumat 30-10-2026,16:34 WIB