Kasus Harian dan Meninggal di Babel Fluktuatif, Budi: Fasilitas Isoter Urgen!

Jumat 27-08-2021,02:03 WIB

belitongekspres.co.id, Meski tidak melonjak tajam, namun kasus harian covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), masih sangat fluktuatif. Demikian juga angka yang pasien yanng meninggal terbilang masih mengkhawatirkan. Kemarin (26/8), sebanyak 14 pasien konfirmasi positif Covid-19 dilaporkan meninggal dunia. Di samping itu, Satgas Penanganan Covid-19 Babel mencatat penambahan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 345 orang, dengan kesembuhan pasien bertambah 333 orang. "Untuk yang meninggal konfirmasi tertinggi di Pangkalpinang, ada 3 orang. Lalu Belitung 2 orang, Bangka 2 orang, Bangka Tengah 3 orang, Bangka Barat 2 orang dan Bangka Selatan 2 orang," jelas Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Babel Mikron Antariksa, kepada Babel Pos tadi malam. Kasus baru konfirmasi positif, lanjut Mikron, terbanyak masih di Pangkalpiang yakni 92 kasus, kemudian Bangka 45 kasus, Bangka Barat 25 kasus, Belitung 40 kasus, Bangka Selatan 22 kasus, Bangka Tengah 55 kasus dan Beltim 66 kasus. Dengan demikian, kumulatif orang yang terkonfirmasi positif berjumlah 45.773 dengan kesembuhan pasien 40.047 orang dan kasus meninggal 1.168. "Untuk pasien dalam perawatan 4.558 orang," ungkapnya. Seementara itu, ditemui terpisah, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babel Andi Budi Prayitno membeberkan, satu wilayah di Babel masih dalam status zona merah (risiko tinggi) penularan Covid-19. "Berdasarkan peta zonasi risiko mingguan Covid-19 dari tanggal 16 - 22 Agustus 2021, maka sebaran peta zona risiko Covid-19 di Babel, Pangkalpinang masih zona merah. Sementara 6 kabupaten lainnya di zona Oranye (risiko sedang)," paparnya. Dibenarkan dia, angka kematian akibat Covid-19 khususnya dalam 2 bulan terakhir yang mengalami kenaikan signifikan (1 s.d 31 Juli: 361 kasus - 1 s.d 25 Agustus: 491 kasus) patut menjadi perhatian serius, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. "Kondisi ini juga menjadi peringatan bagi Satgas khususnya warga untuk terus meningkatkan Protokol Kesehatan. Apalagi dengan sudah ada dan ditemukannya kasus varian Delta yang merupakan mutasi Covid-19 yang lebih berbahaya dan cepat menular," katanya. Untuk itu, menurut dia, keberadaan dan penyediaan fasilitas isoter (isolasi terpusat/terpadu) saat ini menjadi perihal urgen dan kebutuhan mendesak sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama sebagai upaya untuk memastikan kasus Covid-19 bisa dikendalikan dan ditekan serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (jua)

Tags :
Kategori :

Terkait