Laku Keras di Indonesia, HP Murah China Ini Geser Raksasa Global

Senin 25-08-2025,17:44 WIB
Reporter : Muchlis Ilham
Editor : Redaksi BE

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Pasar HP Indonesia lagi seret. Kuartal II (Q2) 2025, industri smartphone Tanah Air justru jalan mundur dengan pertumbuhan minus 3,5% year-on-year (YoY), menurut laporan firma riset IDC. Di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia yang mengalami pukulan paling berat.

Vietnam memang ikut lesu, tapi penurunannya cuma 1,7%. Sementara itu, tetangga lain justru bersinar. Filipina meroket 17,2%, Malaysia tumbuh 7,8%, Thailand naik 4%, dan Singapura ikut melaju 2%. Gambaran jelas: Indonesia jadi anak bawang di pasar HP Asia Tenggara tahun ini.

“Pasar Malaysia mencatat pertumbuhan 7,8% YoY di Q2 2025, didorong segmen HP murah di bawah 100 dolar AS, karena konsumen makin realistis menghadapi ketidakpastian ekonomi,” jelas Research Analyst IDC Malaysia, Hoon Yik Phang, lewat unggahannya di LinkedIn, dikutip Senin 24 Agustus 2025.

Sementara di Filipina, kata Hoon, pasar smartphone mulai bangkit setelah sempat tersendat akibat penyesuaian inventaris.

BACA JUGA:Daftar 10 HP Paling Laris di Dunia 2025, iPhone 16 Jadi Raja Pasar

Transsion, Si Pendatang Baru Raja HP Indonesia

Di tengah pasar yang merosot, muncul satu bintang terang: Transsion. Produsen HP asal China yang menaungi merek Infinix, Tecno, dan Itel ini sukses mencatat pertumbuhan paling agresif. IDC menempatkan Transsion di posisi pertama dengan pangsa pasar 21,5% dan pertumbuhan 9,5% YoY.

Nama Transsion mungkin masih terhitung baru dibanding pemain lawas macam Samsung, Xiaomi, Oppo, atau Vivo. Tapi gebrakannya bukan kaleng-kaleng. Tahun 2024 saja, Transsion sudah duduk di kursi nomor satu sebagai raja HP Indonesia dengan market share 18,3% atau tumbuh 61,7% YoY.

Rahasia sukses mereka? Menawarkan spesifikasi menggoda dengan harga ramah kantong. Seri Infinix, Tecno, hingga Itel dijuluki “pembunuh flagship” karena bisa kasih layar besar, kamera mumpuni, dan performa stabil hanya dengan banderol Rp2 jutaan. Bahkan model tertinggi pun jarang tembus 10 juta.

Peta Persaingan HP di Indonesia Q2 2025

Selain Transsion di posisi puncak, Samsung ada di urutan kedua dengan market share 18,5% dan pertumbuhan 7% YoY. Xiaomi harus puas di posisi ketiga dengan 16,6% market share dan pertumbuhan tipis 0,2%.

BACA JUGA:5 HP RAM Besar Harga Rp1 Jutaan Terbaik 2025, Fitur Lengkap dan Worth It

Di sisi lain, Oppo dan Vivo harus gigit jari. Oppo terjun bebas dengan penurunan 29,2% YoY di posisi keempat, sementara Vivo di dasar daftar dengan penurunan 32,1% YoY.

Samsung Masih Raja HP Asia Tenggara

Meski Transsion mendominasi Indonesia, peta regional Asia Tenggara masih dikuasai Samsung. IDC mencatat raksasa Korea Selatan itu tumbuh 15,9% YoY dan tetap jadi nomor satu di kawasan.

Transsion menyusul ketat di posisi kedua dengan pertumbuhan 13,6% YoY. Xiaomi bertahan di urutan ketiga berkat pertumbuhan 6,7%. Sebaliknya, Oppo mencatat penurunan paling parah di Asia Tenggara, minus 20,9%, disusul Vivo yang terpangkas 17,5% YoY.

Dominasi produsen HP China tersebut membuktikan kalau konsumen di Indonesia makin cerdas memilih HP: spesifikasi oke dengan harga miring tetap jadi daya tarik utama.

BACA JUGA:6 HP RAM 8GB Harga 2 Jutaan Terbaik 2025, Baterai Awet & Kencang Buat Multitasking

Kategori :

Terpopuler