Barrier to entry sangat rendah. Inilah yang membuat CapCut sering disebut sebagai pintu masuk ekonomi kreator digital.
Pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran bisa ikut masuk tanpa modal besar.
BACA JUGA:Mirip iPhone 17 Pro, HP Android Ini Punya Baterai Jumbo 10.080 mAh
Terintegrasi dengan TikTok
Keunggulan CapCut ada pada integrasinya dengan TikTok. Template CapCut bisa langsung digunakan jutaan pengguna TikTok.
Jika satu template viral, potensi exposure dan reward sangat besar.
1. Jasa Edit Video Menggunakan CapCut
Ini jalur paling cepat menghasilkan uang. Banyak klien tidak peduli software apa yang dipakai. Mereka hanya ingin video rapi, menarik, dan sesuai tren.
Jenis kliennya beragam:
- Konten kreator pemula
- UMKM
- Online shop
- Brand lokal
- Personal branding profesional
Jenis video yang paling sering dipesan:
- Video TikTok dan Reels
- Video promosi produk
- Video testimoni
- Video YouTube pendek
- Video event
BACA JUGA:Sering Diremehkan, 12 Kesalahan Mengatur Keuangan Pemilik Bisnis Berujung Bangkrut
Cara memulainya relatif mudah. Buat portofolio dari karya sendiri. Gunakan footage gratis. Fokus ke storytelling dan ritme video.
Promosikan jasa lewat:
- Marketplace freelance
- Grup Facebook
- Akun TikTok pribadi
Soal harga, pasar sudah terbentuk. Editor pemula biasanya mematok Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per video pendek.
Editor berpengalaman bisa mematok ratusan ribu rupiah per video. Semakin spesifik niche, semakin tinggi nilai jasa.
2. Menjual Template CapCut