Saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menguat 56,3 persen menjadi Rp322, sementara PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) naik 50,5 persen ke harga Rp262.
Kenaikan tajam juga terjadi pada saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) yang terdongkrak 50,3 persen menjadi Rp206.
Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) menguat 48,8 persen ke Rp1.250, dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) naik 46 persen menjadi Rp3.650.
Saham lain yang turut mencatatkan cuan besar antara lain PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang naik 41,4 persen menjadi Rp464.
BACA JUGA:Mau Investasi Saham dari HP? Ini APK Saham Terbaik 2025
Kemudian PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menguat 40,9 persen ke Rp310, serta PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) yang naik 39,2 persen menjadi Rp1.950.
Deretan Saham Top Losers
Di sisi lain, tidak semua saham menikmati reli pasar. Sejumlah emiten justru mencatatkan koreksi tajam dan masuk daftar top losers pekan ini, membuat sebagian investor harus menelan kerugian.
Saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) ambles 32,6 persen dari Rp780 menjadi Rp525. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) juga tertekan dengan penurunan 32,4 persen ke level Rp456 dari Rp675.
Tekanan jual berlanjut pada saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) yang turun 24,9 persen menjadi Rp368.
BACA JUGA:Tips Investasi Saham 2025: 7 Pertimbangan Penting agar Tidak Rugi
Saham PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) terpangkas 20,1 persen ke Rp635, sementara PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) melemah 11,6 persen menjadi Rp570.
Selain itu, saham PT Leyand International Tbk (LAPD) turun 8,8 persen ke Rp155, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) melemah 8,4 persen menjadi Rp1.405, dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) terkoreksi 7,4 persen ke Rp8.675.
Saham PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) ikut jatuh 7,1 persen menjadi Rp234, sedangkan PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) turun 6,7 persen ke level Rp83.
Pergerakan kontras antara saham top gainers dan top losers ini menunjukkan dinamika pasar yang masih tinggi.
Investor pun diingatkan untuk tetap selektif dan memperhatikan fundamental serta sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.***