Xiaomi menyusul di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 13 persen. Permintaan yang konsisten dari negara-negara berkembang menjadi motor utama kinerja merek asal China tersebut.
BACA JUGA:Cara Mudah Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak, Bisa Online Lewat OJK
BACA JUGA:10 HP Nokia Terbaru yang Masih Dijual 2026, Murah dan Baterai Tahan Lama
Sebagai perbandingan, pada 2024 Xiaomi juga berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar sedikit lebih tinggi, yakni 14 persen.
Sementara itu, dominasi merek China lainnya masih tertahan. Oppo dan Vivo, yang pada 2024 masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat dengan pangsa pasar sama-sama 8 persen.
Dominasi pabrikan HP Negeri Tirai Bambu tersebut belum mampu menembus tiga besar pada 2025. Persaingan ketat dan tekanan global membuat langkah mereka tertahan.
Ke depan, prospek industri HP diperkirakan menghadapi tantangan baru. Counterpoint memprediksi kinerja pasar akan melemah pada 2026 akibat potensi kelangkaan chip yang berujung pada kenaikan harga komponen.
BACA JUGA:Mirip iPhone 17 Pro, HP Android Ini Punya Baterai Jumbo 10.080 mAh
BACA JUGA:6 HP RAM 12 GB Terbaik Layak Dibeli Akhir 2025, Spesifikasi Gahar Harga Mulai 2 Jutaan
Direktur Riset Counterpoint, Tarun Pathak, menyebut krisis chip terjadi karena produsen semikonduktor lebih memprioritaskan produksi chip untuk pusat data berbasis kecerdasan buatan.
Akibatnya, pasokan chip konvensional untuk perangkat konsumen seperti ponsel, komputer, dan peralatan rumah tangga menjadi terpinggirkan.
Situasi ini membuka dua pilihan sulit bagi produsen HP. Mereka bisa menaikkan harga jual ke konsumen, atau menahan harga dengan risiko peningkatan kualitas perangkat yang semakin terbatas.***