Harta Karun Masa Depan Ditemukan di Amerika, Bisa Ubah Peta Energi Dunia

Selasa 13-01-2026,00:45 WIB
Reporter : Redaksi BE
Editor : Redaksi BE

Tim peneliti dari Lithium Nevada, Universitas Oregon, dan GNS Science Selandia Baru menjelaskan proses geologis di balik temuan tersebut. Sekitar 16 juta tahun lalu, letusan gunung berapi purba memuntahkan magma panas melalui retakan tanah dan memperkaya sedimen dengan litium.

Sebagian besar tanah liat di kaldera mengandung magnesium smektit, mineral pembawa litium. Namun, di bagian selatan kaldera ditemukan jenis tanah liat yang berbeda, yakni ilit, dengan kandungan litium jauh lebih tinggi.

BACA JUGA:10 Saham Penggerak IHSG Pekan Ini, Tambang hingga Bank Dominan

BACA JUGA:Bukan Emas atau Minyak, Data Center Jadi Harta Karun Bernilai Rp1.000 Triliun

Menurut peneliti, konsentrasi ekstrem ini kemungkinan muncul akibat kebangkitan magma setelah danau purba di kaldera mengering. Reaksi kimia yang terjadi menggantikan litium-smektit dengan lapisan tanah liat litium-illit yang lebih kaya. Fenomena ini hanya terjadi di sekitar Thacker Pass.

Ahli geologi independen Anouk Borst menyebut temuan ini sangat signifikan. Jika estimasi tersebut akurat, cadangan ini bisa mengubah dinamika litium global.

Dampaknya tidak hanya pada harga dan keamanan pasokan, tetapi juga pada peta kekuatan geopolitik dunia. Litium kini bukan sekadar mineral. Ia telah menjadi kunci masa depan energi global.***

Kategori :