Di Magelang, ada pula penjual es bernama Robert Chevalier yang menjalankan NV. Magelangsche Ijs en Mineralwater Fabriek sejak 1920.
Ia sempat memiliki tiga pabrik es dan meraih kesuksesan sebelum akhirnya bangkrut ketika Jepang datang pada 1942.
Kisah Tasripin, Kwa Wan Hong, dan Robert Chevalier menjadi bukti bahwa bisnis es pernah menjadi ladang cuan besar.
Cerita ini juga mengingatkan agar tidak meremehkan pekerjaan orang lain. Selama halal, setiap pekerjaan punya martabat dan bisa menjadi jalan sukses.***