Jelang Nyepi dan Lebaran 2026, Pemerintah Pastikan Sembako Aman dan Harga Terkendali

Rabu 18-03-2026,21:00 WIB
Reporter : Yudiansyah
Editor : Yudiansyah

JAKARTA, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Pemerintah memastikan pasokan sembako tetap aman dan harga terkendali menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas konsumsi masyarakat di momen puncak kebutuhan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan seluruh komoditas pangan strategis dalam kondisi cukup. Mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, hingga daging, telur, gula, dan minyak goreng.

“Kondisi pangan kita aman. Pasokan cukup dan harga masih dalam kisaran harga eceran tertinggi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

BACA JUGA:Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli Jelang Lebaran

BACA JUGA:Elnusa Petrofin Jaga Pasokan BBM Lebaran 2026, 1.885 Mobil Tangki Dikerahkan

Sorotan utama ada pada komoditas beras. Saat ini, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sudah mencapai 4,09 juta ton. Angka ini diproyeksikan meningkat hingga 6 juta ton dalam waktu dekat.

Di sisi lain, beras yang beredar di masyarakat diperkirakan mencapai 12 juta ton. Ditambah proyeksi panen sekitar 12 juta ton lagi, total ketersediaan beras nasional bisa menyentuh 28 juta ton.

Angka tersebut mencerminkan ketahanan pangan Indonesia yang cukup kuat. Bahkan diperkirakan mampu menopang kebutuhan hingga 324 hari atau sekitar 11 bulan ke depan.

Tak hanya beras, komoditas lain seperti jagung, cabai, gula konsumsi, telur, hingga daging ayam juga dalam kondisi memadai. Pemerintah memperkirakan ketersediaannya aman setidaknya hingga Mei 2026.

BACA JUGA:Jelang Idulfitri, PT Rebinmas Jaya Salurkan 410 Paket Sembako untuk 9 Desa

BACA JUGA:KLK Group Salurkan CSR dan 1.650 Paket Sembako Jelang Idulfitri, Nilai Bantuan Capai Rp882 Juta

Namun, pemerintah menegaskan kondisi ini bukan berarti stok akan habis setelah periode tersebut. Produksi dan panen tetap berjalan secara berkelanjutan mengikuti siklus kebutuhan masyarakat.

“Artinya bukan sampai Mei habis. Produksi tetap berjalan, ada panen, ada konsumsi. Jadi kondisi kita cukup,” jelas Sudaryono.

Senada, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy memastikan pemerintah terus memantau distribusi dan harga pangan di lapangan.

Kategori :