Digitalisasi tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
BUMDes Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Peran penting juga datang dari BUMDes Sukses Mandiri yang berdiri sejak 2018. Lembaga ini menjadi motor penggerak dalam mengelola potensi ekonomi desa.
BACA JUGA:UMKM Desa Hendrosari Tumbuh Pesat, Ekonomi Melaju Berkat Program Desa BRILiaN BRI
BUMDes fokus pada distribusi dan pemasaran produk pangan lokal. Dengan adanya Program Desa BRILiaN, semangat pengelola semakin meningkat.
BUMDes tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjadi penghubung antara potensi desa dan pasar yang lebih luas.
Selain pertanian, produksi batu bata menjadi salah satu aktivitas ekonomi yang cukup menonjol.
Setiap hari, warga mampu memproduksi ribuan bata. Prosesnya masih sederhana, mulai dari pencetakan hingga penjemuran sebelum dibakar.
Meski demikian, pemasaran kini tidak lagi terbatas secara lokal. Warga mulai memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
BACA JUGA:Perbandingan KUR BRI vs BNI vs Mandiri 2026, Mana yang Paling Cepat Cair dan Cocok untuk UMKM?
Produksi batako juga ikut berkembang. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, warga mampu memenuhi kebutuhan material konstruksi yang terus meningkat di kawasan sekitar.
Sektor peternakan juga menunjukkan perkembangan yang positif. Warga membentuk kelompok ternak dan mengelola usaha secara bersama.
Pendekatan kolektif ini membuat usaha lebih terarah dan efisien. Dukungan pembiayaan, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), ikut memperkuat sektor ini.
Peternakan tidak lagi sekadar usaha sampingan, tetapi mulai menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.
Desa BRILiaN Perkuat Ekonomi Berbasis Lokal
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa Program Desa BRILiaN menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi desa secara terintegrasi.
Program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan memperkuat ekonomi dari desa.
BACA JUGA:Tabel KUR BRI Februari 2026: Solusi Modal UMKM Hingga Rp100 Juta, Cek Syaratnya!