Ekosistem ini menjadi ruang belajar sekaligus penghubung bagi pelaku usaha untuk berkembang di era digital.
Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa LinkUMKM dirancang sebagai ekosistem pembelajaran berkelanjutan.
Melalui program ini, pelaku usaha didorong untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, dan menangkap peluang pasar.
“Dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
BACA JUGA:Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI, Dari Dapur Sederhana Hingga Etalase Bandara
Perjalanan Tercabaikan menjadi contoh bagaimana usaha kecil bisa tumbuh dengan konsistensi dan inovasi.
Dari baso aci rumahan, kini berkembang menjadi brand kuliner yang menghadirkan ragam menu dengan pendekatan modern. Dukungan ekosistem seperti LinkUMKM turut mempercepat proses tersebut.
Di tengah persaingan kuliner yang ketat, Tercabaikan menunjukkan bahwa kekuatan rasa, kreativitas, dan kemauan belajar bisa menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang. (*)