SPM Pendidikan Beltim Menurun, Pemkab dan BPMP Babel Percepat Perbaikan Mutu

Rabu 06-05-2026,00:19 WIB
Reporter : Muchlis Ilham
Editor : Yudiansyah

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – SPM pendidikan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menjadi sorotan setelah capaian turun dari kategori Madya ke Muda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim langsung bergerak memperkuat sinergi dengan BPMP Babel untuk mengejar kembali peningkatan mutu.

Langkah ini mengemuka dalam audiensi antara Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa 5 Mei 2026.

Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan. Fokusnya tidak hanya administratif, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA:Mau Bibit Sawit Gratis Beltim 2026? Petani Wajib Penuhi Syarat Ini

Kepala BPMP Babel Cipto Suncoko memaparkan sejumlah program prioritas nasional. Program itu menjadi instrumen utama dalam mendorong kualitas pendidikan di daerah.

Program tersebut mencakup Wajib Belajar 13 Tahun (WAJAR 13) dan penanganan anak tidak sekolah. Selain itu ada Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan digitalisasi pembelajaran.

Penguatan karakter juga menjadi perhatian melalui kebijakan BSAN dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program revitalisasi satuan pendidikan lewat PHTC ikut didorong.

Tidak hanya itu, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga masuk dalam agenda. Termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung kualitas peserta didik.

BACA JUGA:22 Calon Jamaah Haji Beltim 2026 Dilepas, Bupati Tekankan 2 Hal yang Harus Diantisipasi

“Program ini kami dorong untuk memastikan pemenuhan SPM berjalan optimal dan merata hingga desa,” ujar Cipto.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan BPMP. Tanpa sinergi, program berisiko hanya menjadi formalitas tanpa dampak signifikan.

BPMP juga mendorong lahirnya regulasi daerah yang selaras dengan kebijakan nasional. Salah satunya memastikan setiap desa memiliki minimal satu PAUD.

“Kami ingin sinergi ini melahirkan kebijakan konkret dan berdampak langsung,” tambahnya.

Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah. Ia menegaskan komitmen untuk mengawal program agar benar-benar dirasakan masyarakat.

Kategori :