Meski begitu, polisi tidak ingin mengabaikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM.
Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti untuk memastikan informasi tersebut dapat diverifikasi.
“Kalau ada informasi sekecil apa pun, akan kami tindaklanjuti. Jadi kami mengingatkan agar seluruh pihak sama-sama mengawasi pelaksanaan penyaluran BBM ini,” katanya.
Husni juga meminta masyarakat ikut berperan dalam pengawasan. Jika menemukan indikasi pelayanan atau pengisian BBM yang tidak sesuai ketentuan, informasi tersebut dapat disampaikan kepada pihak berwenang.
BACA JUGA: Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik Oktober 2026, Bisa Tembus Segini
Barcode dan Data Kendaraan Jadi Perhatian
Salah satu hal yang menjadi perhatian polisi adalah kesesuaian antara kendaraan, barcode dan data kendaraan saat melakukan pengisian BBM.
Husni mencontohkan kendaraan yang tidak memiliki barcode. Kendaraan dengan kondisi tersebut seharusnya tidak mendapatkan pengisian yang mensyaratkan penggunaan barcode.
“Misalkan mobil yang tidak punya barcode, seharusnya tidak boleh diisi,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga mencermati kemungkinan penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan.
Indikasinya dapat terlihat ketika nomor tanda kendaraan bermotor atau TNKB kendaraan berbeda dengan data kendaraan yang terhubung pada barcode.
“Bisa juga kendaraan yang tidak sesuai dengan TNKB tetapi tetap menggunakan barcode yang lain dan tetap diisi. Ini beberapa indikasi yang perlu kita awasi bersama-sama,” ungkap Husni.
BACA JUGA:Polres Belitung Bongkar Pelangsiran BBM Pertalite di SPBU Badau, 3 Tersangka Diamankan
Operator SPBU Diminta Ikuti Aturan
Mantan Kepala Subdirektorat Fasilitas dan Pemeliharaan Ditpolairud Polda Jambi itu menegaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan kebijakan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, kepatuhan operator menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga penyaluran BBM tetap tertib dan tepat sasaran.
Pemantauan di SPBU Desa Padang, Kecamatan Manggar menjadi bagian dari pengawasan bersama Tim Satgas BBM dan Polres Beltim.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan BBM agar menjalankan tugas sesuai aturan, termasuk memastikan data kendaraan dan barcode sesuai sebelum pengisian dilakukan.