Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diimbau menyesuaikan kegiatan dengan kondisi pasang air laut.
BACA JUGA:Asap Kiriman Kalimantan Kembali Selimuti Belitung, BMKG Deteksi 5 Titik Panas
Warga juga perlu memperhatikan informasi dari pemerintah daerah dan otoritas setempat mengenai kondisi pesisir di wilayah masing-masing.
Banjir rob dapat mengganggu aktivitas warga, terutama di kawasan pesisir yang rentan terhadap kenaikan muka air laut saat pasang.
Kewaspadaan diperlukan agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
Pengguna Pesawat Diminta Memperhatikan Cuaca
Dinamika cuaca juga perlu diperhatikan oleh pengguna transportasi udara.
Prakirawan BMKG Sufia mengingatkan potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, perairan barat Aceh, Kepulauan Natuna bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Maluku.
BACA JUGA:Musim Hujan November 2026, BPBD Babel Waspadai Cuaca Ekstrem dan Banjir
Awan cumulonimbus dapat berkaitan dengan cuaca signifikan, seperti hujan lebat, petir, dan turbulensi. Meski demikian, kondisi penerbangan tetap bergantung pada perkembangan cuaca dan informasi operasional masing-masing wilayah.
Masyarakat yang akan bepergian disarankan memantau informasi cuaca terkini dari BMKG serta mengikuti pemberitahuan resmi dari penyedia layanan transportasi.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi untuk tidak mengabaikan peringatan cuaca.
Pemantauan informasi terbaru dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko akibat gelombang tinggi dan banjir rob.