Pra-UKW PWI Babel, 21 Wartawan Dipersiapkan Hadapi Uji Kompetensi

Pra-UKW PWI Babel, 21 Wartawan Dipersiapkan Hadapi Uji Kompetensi

Kegiatan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kantor Sekretariat PWI Babel, Selasa (20/10/2026)-Foto: Istimewa-

PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk mempersiapkan 21 Wartawan menghadapi ujian kompetensi.

Kegiatan Pra-UKW yang berlangsung di Kantor Sekretariat PWI Babel, Selasa (20/10/2026), ini diikuti peserta dari jenjang Muda, Madya, dan Utama.

Pembekalan menghadirkan dua mentor senior, yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Babel Fakhruddin Halim dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Babel Replianto.

Keduanya memberikan materi seputar dasar-dasar jurnalistik, kode etik, hingga teknik peliputan sesuai standar Dewan Pers.

BACA JUGA:SMSI Babel Khawatir Aturan RUPS PT Matikan Media Daerah, Tenggat Pelaporan Disorot

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Babel, Budi Rahmad, mengatakan Pra-UKW menjadi tahapan persiapan bagi wartawan sebelum mengikuti ujian kompetensi.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan lebih siap menghadapi ujian, baik dari sisi pemahaman materi maupun keterampilan teknis jurnalistik.

Menurut Budi, Pra-UKW ini adalah fondasi penting bagi kawan-kawan wartawan agar memahami peta uji kompetensi dengan matang.

"Kami ingin memastikan setiap peserta memiliki kesiapan penuh, memahami regulasi pers, dan mampu menjalankan profesi dengan standar etis yang tinggi saat ujian maupun saat kembali ke ruang redaksi nanti," ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PWI Babel untuk meningkatkan kualitas wartawan sekaligus mendorong lahirnya jurnalis yang kompeten dan profesional di Bangka Belitung.

BACA JUGA:Penyaluran Pupuk Organik Subsidi Babel Tembus 4,4 Juta Kg, Ini Rincian per Daerah

Materi Disesuaikan dengan Jenjang UKW

Ketua DKP PWI Babel, Replianto, menjelaskan materi untuk peserta jenjang Muda difokuskan pada keterampilan dasar jurnalistik. Di antaranya kemampuan menulis dan menyunting berita, pemahaman kode etik jurnalistik, serta mekanisme rapat redaksi.

Menurutnya, kemampuan menulis berita merupakan keterampilan mendasar yang wajib dikuasai setiap wartawan.

"Di kelas Muda, fokus materi adalah menulis dan menyunting berita. Jangan sampai mengaku wartawan, tetapi tidak bisa menulis berita. Peserta juga harus memahami kode etik jurnalistik dan mekanisme rapat redaksi," tutur Replianto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait