Investasi Baja Tiongkok di Belitung Timur Diuji, KIAK Serap 12 Ribu Tenaga Kerja Jika Terealisasi
Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten mendampingi investor Tiongkok meninjau KIAK di Desa Mayang dan Aik Kelik, Kecamatan Kelapa Kampit, Selasa (21/4/2026)-Muchlis Ilham/BE-
KELAPA KAMPIT, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Rencana investasi baja Tiongkok di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mulai menunjukkan sinyal kuat.
Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK) diproyeksikan mampu menyerap hingga 12 ribu tenaga kerja jika proyek ini terealisasi. Namun, peluang besar itu belum sepenuhnya aman.
Kesiapan pelabuhan dalam dan pasokan energi menjadi dua faktor krusial yang akan menentukan realisasi proyek di Kecamatan Kelapa Kampit.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur pun membuka ruang lebar bagi masuknya investasi industri baja di kawasan KIAK tersebut.
BACA JUGA:BWC Luncurkan Yayasan Perempuan di Belitung, Fokus Aksi Nyata dan Kemandirian
Penjajakan di lokasi Desa Mayang dan Desa Aik Kelik mulai dilakukan bersama PT Jinhai Stainless Steel Grup pada Selasa, 21 April 2026.
Perusahaan yang berbasis di Guangxi Wuzhou itu datang dengan tim berjumlah 10 orang yang dipimpin Mr Wong. Mereka didampingi langsung Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten.
Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menilai kelayakan kawasan sebelum keputusan investasi diambil.
Dalam agenda lapangan, investor asal China langsung meninjau Kawasan Industri Aik Kelik serta Pelabuhan Tanjung Keluang.
BACA JUGA:Taekwondo Challenge 2026 di Belitung Angkat Sport Tourism, 600 Atlet Siap Tanding
Dua titik ini dinilai sebagai elemen kunci dalam pengembangan industri berbasis ekspor. Sepanjang peninjauan, rombongan terlihat aktif berdiskusi dengan jajaran pemerintah daerah.
Mereka memetakan kebutuhan teknis sekaligus mengidentifikasi tantangan utama di lapangan.
Pelabuhan Dalam Jadi Titik Kritis
Salah satu temuan utama dalam kunjungan investor baja Tiongkok tersebut adalah keterbatasan kedalaman pelabuhan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: