Reses Rudianto Tjen di Gantung Dibanjiri Aspirasi, Keluhan Harga Timah Jadi Sorotan

Reses Rudianto Tjen di Gantung Dibanjiri Aspirasi, Keluhan Harga Timah Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen-Muchlis Ilham/BE-

GANTUNG, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Reses Anggota DPR RI Rudianto Tjen, di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (8/5/2026), dibanjiri berbagai aspirasi masyarakat.

Mulai dari persoalan pertanian, kondisi jalan, hingga keluhan harga timah yang dinilai belum bergerak signifikan meski harga dunia mengalami kenaikan.

Pertemuan yang berlangsung terbuka itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Tidak sedikit warga yang menyoroti kondisi ekonomi masyarakat tambang yang dinilai belum membaik di tengah fluktuasi harga komoditas timah.

BACA JUGA:Promo Hotel Belitung 2026, Sunday Cozy di Swiss-Belresort Mulai Rp680 Ribu

Dalam dialog bersama masyarakat, Rudianto Tjen mengatakan dirinya sengaja turun langsung ke tingkat kecamatan agar bisa mendengar kebutuhan warga secara lebih dekat.

“Hari ini luar biasa, kita bisa hadir di Kecamatan Gantung dan bertemu langsung dengan masyarakat. Banyak aspirasi yang disampaikan dan ini akan kami bawa ke Jakarta untuk didiskusikan dengan komisi terkait,” ujar Rudianto Tjen.

Salah satu isu yang paling banyak disampaikan masyarakat ialah sektor pertanian. Warga menilai masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kebutuhan terhadap sektor pertanian terus meningkat.

Menurut Rudianto, Bangka Belitung sebenarnya masih memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan pertanian. Karena itu, tata kelola lahan dinilai perlu dievaluasi agar bisa memberi ruang lebih besar bagi masyarakat.

BACA JUGA:Rudianto Tjen Minta Jadwal Penerbangan Singapura–Belitung Dievaluasi, Ini Alasannya

“Kalau kita lihat, lahan pertanian di Bangka Belitung ini sebenarnya masih sangat luas. Kemudian masih ada hutan produksi dan hutan lindung yang menurut saya perlu dievaluasi secara berkala agar sebagian bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menambah lahan pertanian,” katanya.

Selain pertanian, persoalan harga timah menjadi sorotan utama warga. Masyarakat mempertanyakan harga beli timah di tingkat bawah yang dinilai belum mengalami kenaikan berarti. Padahal harga timah dunia disebut meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Rudianto Tjen, masyarakat kini semakin aktif mengikuti perkembangan informasi, termasuk soal harga komoditas global.

“Masyarakat sekarang pintar membaca berita online. Mereka tahu harga timah dunia naik cukup tinggi, tetapi di tingkat masyarakat rasanya belum ada perubahan berarti,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait