BWC Luncurkan Yayasan Perempuan di Belitung, Fokus Aksi Nyata dan Kemandirian

BWC Luncurkan Yayasan Perempuan di Belitung, Fokus Aksi Nyata dan Kemandirian

Peluncuran Yayasan Perempuan Belitung bertepatan dengan momentum Hari Kartini 2026 yang dikemas melalui kegiatan nonton bareng film Kartini, Selasa 21 April 2026 malam-Istimewa-

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.IDBelitung Women Club (BWC) luncurkan yayasan perempuan sebagai langkah konkret mendorong aksi nyata dan kemandirian perempuan di daerah.

Peluncuran bertepatan dengan momentum Hari Kartini 2026 yang dikemas melalui kegiatan nonton bareng film Kartini, Selasa 21 April 2026 malam.

Kegiatan bertajuk “Kartini Masa Kini: Perempuan, Mimpi & Aksi” itu digelar di Bioskop NSC X Meirobie dan dihadiri sekitar 220 peserta.

Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran berbagai kalangan perempuan Belitung yang ingin mengambil inspirasi sekaligus membangun jejaring.

BACA JUGA:Taekwondo Challenge 2026 di Belitung Angkat Sport Tourism, 600 Atlet Siap Tanding

Ketua BWC Vina Cristyn Ferani, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar seremonial peringatan Hari Kartini.

Ia menegaskan bahwa momentum tersebut diarahkan untuk mendorong perempuan berani bermimpi dan mewujudkannya melalui langkah nyata.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan inspirasi sekaligus ruang kolaborasi bagi perempuan Belitung agar lebih berani mengambil peran,” ujar Vina, yang juga menjabat Ketua DPRD Belitung.

Dalam kesempatan itu, BWC secara resmi meluncurkan Yayasan Belitung Wanita Cemerlang sebagai wadah pemberdayaan perempuan.

BACA JUGA:Hari Kartini 2026, Anggota DPRD Babel Soroti Peran Perempuan dan Tingginya Kasus Kekerasan

Yayasan ini diharapkan menjadi motor penggerak berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan riil perempuan di daerah.

Dewan Pembina BWC, Mersi Yasmin, menjelaskan bahwa yayasan akan fokus pada penguatan kemandirian perempuan melalui sejumlah sektor prioritas.

Program yang disiapkan mencakup pengembangan wirausaha, perlindungan hukum bagi perempuan rentan, hingga edukasi ketahanan pangan keluarga.

“Pendekatan kami berbasis kebutuhan lapangan, sehingga perempuan tidak hanya mendapat motivasi, tetapi juga akses dan pendampingan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: