Harga Emas Diprediksi Makin Berkilau di 2026, UBS Ungkap Faktor Pendorong Utamanya

Harga Emas Diprediksi Makin Berkilau di 2026, UBS Ungkap Faktor Pendorong Utamanya

Harga Emas Diprediksi Makin Berkilau di 2026, UBS Ungkap Faktor Pendorong Utamanya--freepik

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Permintaan emas global diperkirakan terus meningkat hingga tahun 2026 seiring bergesernya arah kebijakan moneter dan memanasnya situasi geopolitik internasional.

Laporan terbaru Bank Swiss UBS menilai kombinasi pemangkasan suku bunga, turunnya imbal hasil obligasi, tekanan fiskal Amerika Serikat (AS), serta ketidakpastian politik di negeri itu menjadi pemicu utama penguatan harga emas memasuki 2026.

UBS mencatat emas kembali bergerak stabil setelah sempat melemah pada akhir Oktober. Menurut UBS, harga emas telah kembali menguat dari penurunan pada akhir Oktober.

"Dan kami memperkirakan permintaan yang meningkat akan mendorong harga lebih tinggi,” tulis Chief Investment Office UBS dalam risetnya yang dikutip dari Kitco News, Sabtu (29/11/2025).

Institusi keuangan tersebut menilai pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), penurunan real yield, meningkatnya risiko fiskal AS, serta dinamika politik domestik akan terus memperpanjang gelombang pembelian emas oleh bank sentral maupun investor institusi.

BACA JUGA:Prediksi Harga Emas 2026 Versi UBS, Naik Tajam atau Justru Terkoreksi?

Pada 20 November 2025, UBS merevisi proyeksi harga emas pertengahan 2026 menjadi US$ 4.500 per troi ons dari perkiraan sebelumnya US$ 4.200.

Target skenario optimistis juga dinaikkan menjadi US$ 4.900 per troi ons, dengan asumsi meningkatnya risiko politik dan keuangan global. Adapun target skenario negatif tetap dipertahankan pada US$ 3.700 per troi ons.

UBS menilai semakin memburuknya outlook fiskal AS dapat mendorong bank sentral serta investor global memperbesar porsi emas dalam portofolio. Permintaan melalui instrumen exchange-traded funds (ETF) juga diperkirakan tetap kuat hingga 2026.

Meski demikian, UBS mengingatkan bahwa sikap hawkish The Fed maupun potensi penjualan emas oleh bank sentral tertentu menjadi risiko yang dapat menahan laju penguatan harga.

BACA JUGA:Saldo DANA Bisa Jadi Emas? Begini Cara dan Tips Cuan Paling Gampang 2025

Dalam laporan terpisah bertanggal 3 November 2025, UBS menilai pelemahan harga emas yang terjadi beberapa waktu lalu hanya bersifat sementara. Mereka menilai ada peluang harga mencapai US$ 4.700 per troi ons apabila ketegangan geopolitik atau risiko pasar meningkat.

Menutup akhir pekan, harga emas dunia naik ke level US$ 4.200 per troi ons dan telah mencatat lonjakan hampir 61 persen sepanjang 2025. Tren penguatan emas global ini biasanya akan diikuti oleh kenaikan harga emas batangan Antam di pasar domestik.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: