IHSG Bangkit dari Keterpurukan 30 Januari 2026, Deretan Saham Ini Mentok ARA

IHSG Bangkit dari Keterpurukan 30 Januari 2026, Deretan Saham Ini Mentok ARA

Ilustrasi grafik IHSG yang menghijau pada perdagangan 30 Januari 2026 setelah sempat tertekan hebat. Pasar kembali bergairah dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp22,24 triliun-(Foto: Belitong Ekspres/Gemini AI)-

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pemulihan signifikan dengan bangkit dari keterpurukan pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026.

Merujuk data pasar pada penutupan Sesi I, indeks kebanggaan nasional ini melesat tajam 96,95 poin atau 1,18 persen ke level 8.329,15.

Hasil pantauan tim redaksi Belitong Ekspres menunjukkan pergerakan positif ini menjadi angin segar setelah pasar sempat dirundung kecemasan mendalam.

Kehadiran Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di Gedung BEI turut menjadi katalis kuat dalam memulihkan kepercayaan para investor.

BACA JUGA:Prediksi Harga Emas Dunia Terbaru, Target JP Morgan Bikin Pasar Gempar

Statistik Perdagangan Sesi I

Berdasarkan data yang dihimpun dari sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas transaksi tercatat sangat masif siang ini.

Nilai transaksi menembus angka Rp 22,24 triliun dengan volume perdagangan mencapai lebih dari 33,58 miliar lembar saham.

Sebanyak 550 saham terpantau menguat secara dominan, sementara 181 saham masih terkoreksi dan 78 saham lainnya stagnan.

Indeks saham unggulan LQ45 juga mencatatkan performa gemilang dengan lonjakan tajam mencapai 2,29 persen.

BACA JUGA:Anomali Harga Emas 30 Januari 2026: Antam Anjlok, Emas UBS di Pegadaian Justru Meroket

Sektor Transportasi Pimpin Penguatan

Mayoritas sektor saham bergerak agresif di zona hijau dengan sektor transportasi memimpin penguatan hingga 5,64 persen.

Sektor keuangan menyusul dengan kenaikan 2,32 persen, mencerminkan optimisme terhadap stabilitas perbankan nasional pasca kebijakan terbaru OJK.

Kebangkitan IHSG ini sangat kontras dengan mayoritas bursa saham Asia lainnya yang terpantau masih terpuruk di zona merah.

Kondisi tersebut menegaskan daya tahan fundamental ekonomi domestik yang tetap solid di tengah fluktuasi pasar modal global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: