Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli Jelang Lebaran
Ilustrasi: Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli Jelang Lebaran--(Antara)
JAKARTA, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Pemerintah memastikan tarif listrik tidak naik pada kuartal II 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil, terutama menjelang momen Idulfitri.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif tenaga listrik periode April hingga Juni 2026 tetap.
Keputusan ini menjadi langkah strategis untuk menahan tekanan ekonomi rumah tangga di tengah peningkatan kebutuhan saat Ramadan dan Lebaran.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan potensi kenaikan tarif.
BACA JUGA:Elnusa Petrofin Jaga Pasokan BBM Lebaran 2026, 1.885 Mobil Tangki Dikerahkan
BACA JUGA:Jelang Idulfitri, PT Rebinmas Jaya Salurkan 410 Paket Sembako untuk 9 Desa
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik triwulan II 2026 tetap. Ini untuk menjaga daya beli jelang Idulfitri,” ujarnya dalam keterang pers, Rabu (18/3/2026).
Keputusan ini diambil setelah pemerintah menghitung sejumlah indikator ekonomi makro. Mulai dari nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, hingga harga batubara acuan (HBA).
Secara perhitungan, parameter tersebut sebenarnya membuka peluang kenaikan tarif listrik. Namun pemerintah memilih menahan kenaikan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, sekaligus mendukung daya saing industri.
Tak hanya pelanggan non-subsidi, tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi juga dipastikan tidak berubah.
BACA JUGA:Paket Lebaran Fairfield Belitung, Berenang dan Bersantap Seru Mulai Rp100.000
BACA JUGA:Baznas Belitung Salurkan 400 Karung Beras Zakat Fitrah Ramadan 2026
Mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, evaluasi tarif listrik memang dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan perubahan parameter ekonomi.
Untuk triwulan II 2026, data yang digunakan berasal dari periode November 2025 hingga Januari 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: