Kampung Koboi Tugu Selatan, Bukti Transformasi Desa Berbasis Potensi Lokal Lewat Desa BRILiaN BRI

Kampung Koboi Tugu Selatan, Bukti Transformasi Desa Berbasis Potensi Lokal Lewat Desa BRILiaN BRI

Kampung Koboi Tugu Selatan, Bukti Transformasi Desa Berbasis Potensi Lokal Lewat Program Desa BRILiaN BRI--(Dok: BRI)

BOGOR, BELITONGEKSPRES.CO.IDDesa Tugu Selatan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Melalui Program Desa BRILiaN yang diinisiasi BRI, desa ini berhasil mengintegrasikan kekayaan alam, tradisi, serta inovasi menjadi ekosistem ekonomi yang produktif dan inklusif.

Berada di kawasan pegunungan yang asri dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur, Desa Tugu Selatan memiliki lanskap alam yang menjadi modal utama.

Namun, bagi masyarakat setempat, alam bukan sekadar latar kehidupan. Alam adalah sumber penghidupan yang terus diolah melalui pendekatan berbasis kearifan lokal.

BACA JUGA:Waspada Link Palsu! BRI Ingatkan Modus Penipuan Digital Kian Marak, Kenali Cirinya

Transformasi Dimulai dari Kolaborasi Desa

Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Windiana, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan desa mulai terasa sejak Tugu Selatan masuk dalam program Desa BRILiaN.

Melalui program tersebut, berbagai pemangku kepentingan mulai terlibat aktif. Mulai dari pemerintah desa, pelaku usaha, hingga dukungan lembaga keuangan, semuanya bergerak dalam satu ekosistem.

“Keterlibatan berbagai pihak membuka ruang lebih luas bagi pengembangan usaha masyarakat, peningkatan layanan desa, serta akses pembiayaan,” jelasnya.

Dari sinilah transformasi desa mulai berjalan lebih terarah dan terstruktur. Salah satu wujud konkret transformasi tersebut adalah hadirnya Kampung Koboi.

BACA JUGA:Beli Obat Kini Bisa dari BRImo, Praktis dan Diantar Lewat Apotek K-24

Konsep ini berangkat dari sejarah Kampung Teksas, sebuah kawasan di desa yang sejak lama dikenal sebagai tempat tinggal para penunggang kuda.

“Sejak dulu, mayoritas masyarakat di Kampung Teksas bekerja sebagai penunggang kuda,” ujar Eko.

Identitas tersebut kemudian dikembangkan menjadi daya tarik wisata edukatif. Kampung Koboi tidak hanya menawarkan pengalaman berkuda, tetapi juga menjadi ruang edukasi tentang kehidupan masyarakat desa.

Pengunjung dapat melihat langsung aktivitas warga, berinteraksi dengan pelaku usaha, hingga memahami bagaimana potensi lokal diolah menjadi sumber ekonomi.

BUMDes Kelola Ekosistem Usaha Secara Terintegrasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait