Sering Diabaikan Saat Check-in Hotel, Kesalahan Kecil Ini Bisa Berujung Bahaya

Sering Diabaikan Saat Check-in Hotel, Kesalahan Kecil Ini Bisa Berujung Bahaya

Ilustrasi: Sering Diabaikan Saat Check-in Hotel, Kesalahan Kecil Ini Bisa Berujung Bahaya--(freepik)

BELITONGEKSPRES.CO.IDCheck-in hotel biasanya berjalan cepat dan terasa aman. Tamu cukup menyerahkan kartu kredit untuk deposit, menerima kartu kunci di dalam amplop, lalu menuju kamar.

Setelah pintu tertutup, banyak orang merasa urusan keamanan sudah selesai dan waktunya beristirahat. Namun, di balik proses sederhana itu, ada detail kecil yang kerap diabaikan dan justru bisa membuka celah bahaya.

Mulai dari cara menyimpan kartu kunci, menyebut nomor kamar, hingga kebiasaan berbagi informasi tanpa sadar, semuanya berpotensi meningkatkan risiko keamanan selama menginap.

Sejumlah pakar keamanan menilai kartu kunci hotel bukan sekadar akses masuk kamar. Bagi orang yang berniat jahat, kartu ini bisa menjadi jalan pintas jika tamu lengah.

BACA JUGA:5 Sektor Paling Potensial Jadi Mesin Cuan 2026, Investor Wajib Tahu

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Tamu Hotel

Banyak tamu tidak menganggap serius kartu kunci yang hilang atau tertinggal. Padahal, kartu tersebut bisa langsung digunakan untuk membuka pintu kamar tanpa perlu identitas tambahan.

Daniel Loo, pendiri North Star Group, perusahaan konsultan keamanan di Texas, menyoroti kebiasaan menyimpan kartu kunci di dalam amplop dengan nomor kamar tertulis jelas.

Menurutnya, hal itu sama saja seperti memberikan kunci rumah lengkap dengan alamat kepada orang asing.

Sebagai konsultan yang berpengalaman menangani keamanan hotel kecil hingga jaringan besar, Loo menegaskan bahwa risiko ini nyata. Jika kartu jatuh ke tangan yang salah, pelaku bisa langsung masuk ke kamar tanpa hambatan berarti.

BACA JUGA:IHSG Diprediksi Konsolidasi Senin 12 Januari 2026, Ini Saham Rekomendasi Analis

Seberapa Nyata Ancaman Keamanan di Hotel

Data kriminal di hotel memang sulit dilacak secara rinci. Banyak korban pencurian memilih tidak melapor, sementara pihak hotel cenderung tidak mempublikasikan insiden yang terjadi di properti mereka.

Laporan Condé Nast Traveler menyebutkan bahwa kasus pencurian di hotel sering tidak tercatat secara resmi. Di sisi lain, data kepolisian jarang mengklasifikasikan kejahatan berdasarkan jenis akomodasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: