Harta Karun Masa Depan Ditemukan di Amerika, Bisa Ubah Peta Energi Dunia

Harta Karun Masa Depan Ditemukan di Amerika, Bisa Ubah Peta Energi Dunia

Ilustrasi: Harta Karun Masa Depan Ditemukan di Amerika, Bisa Ubah Peta Energi Dunia-ist/ai-

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Dunia energi global dikejutkan oleh temuan besar di Amerika Serikat. Harta karun Litium raksasa bisa mengubah peta energi dunia.

Sebuah gunung berapi purba di perbatasan Nevada dan Oregon ternyata menyimpan cadangan litium terbesar yang pernah ditemukan di Bumi. Temuan ini disebut berpotensi mengubah peta energi, industri kendaraan listrik, hingga geopolitik dunia.

Deposit raksasa itu berada di Kaldera McDermitt. Studi terbaru memperkirakan wilayah ini mengandung sekitar 20 hingga 40 juta ton litium. Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat konsentrasi litium yang ditemukan pada lapisan tanah liat lain di dunia.

Penelitian ini didanai oleh perusahaan pertambangan yang berencana menambang logam litium, logam lunak berwarna keperakan yang kini menjadi bahan paling diburu industri baterai. Namun, rencana eksploitasi tersebut memicu perdebatan sengit.

BACA JUGA:Pinjaman Online 'Jelas Tanpa Jebakan', SPinjam Tawarkan Bunga Rendah Gratis Biaya Admin

BACA JUGA:Raja HP Dunia Bangkit, Apple Salip Samsung, Merek China Tersingkir

Sejumlah ilmuwan, pegiat lingkungan, peternak, dan komunitas First Nations menyuarakan penolakan. Mereka memprotes persetujuan pemerintah AS terhadap proyek tambang Thacker Pass Lithium yang berada di kawasan Kaldera McDermitt.

Wilayah tersebut dinilai sebagai lahan suci bagi beberapa suku asli Amerika. Selain itu, kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai satwa liar. Kekhawatiran muncul bahwa aktivitas tambang akan merusak keseimbangan ekologis yang rapuh.

Di sisi lain, litium kini dipandang sebagai “emas cair” era modern. Logam ini menjadi komponen utama baterai kendaraan listrik dan perangkat penyimpanan energi. Permintaan global diperkirakan melonjak hingga jutaan metrik ton pada 2040 seiring percepatan transisi dari bahan bakar fosil.

Meski transisi energi bersih dianggap mendesak, solusi ini tidak sepenuhnya bebas masalah. Penambangan litium berisiko merusak ekosistem, menguras air tanah, dan menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Proses produksi baterai pun masih bergantung pada pembakaran bahan bakar fosil.

BACA JUGA:Proyeksi Harga Emas Dunia Sepekan ke Depan, Pengamat Ungkap Level Kunci

BACA JUGA:Crypto Wallet Terbaik untuk Trader Pro, Kustodian vs Non Kustodial Mana Paling Aman?

Saat ini, Amerika Serikat masih sangat bergantung pada China dalam rantai pasok litium. Kondisi ini mendorong pemerintah AS mempercepat pengembangan tambang di lahan federal. Jika berjalan sesuai rencana, Thacker Pass akan menjadi tambang litium skala besar kedua di negara tersebut.

Proyek Mengguncang Dunia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: