Ternyata Umur Panjang Bisa Terbaca dari Gigi, Ini Temuan Peneliti Jepang

Ternyata Umur Panjang Bisa Terbaca dari Gigi, Ini Temuan Peneliti Jepang

Ilustrasi: Ternyata Umur Panjang Bisa Terbaca dari Gigi, Ini Temuan Peneliti Jepang--(freepik)

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Penelitian terbaru mengungkap kondisi gigi ternyata bisa memberi petunjuk penting soal peluang hidup lebih lama atau panjang umur.

Bukan sekadar urusan gigi berlubang atau kesehatan mulut, susunan dan kualitas gigi disebut berkaitan langsung dengan risiko kematian dini.

Temuan terbaru ini terungkap dari penelitian besar yang dilakukan peneliti Universitas Osaka, Jepang.

Studi tersebut menganalisis catatan kesehatan gigi sebanyak 190.282 orang dewasa lanjut usia yang rata-rata berumur 75 tahun.

BACA JUGA:Harga Emas Menguat di Tengah Memanasnya Tensi Geopolitik Global

Hasilnya cukup mengejutkan. Jumlah gigi yang hilang atau rusak terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kematian.

Sebaliknya, orang yang memiliki lebih banyak gigi sehat dan gigi yang ditambal justru menunjukkan risiko kematian yang lebih rendah.

Para peneliti menegaskan bahwa kombinasi gigi sehat dan gigi yang sudah ditangani secara medis menjadi indikator paling kuat dalam memprediksi angka kematian dari berbagai penyebab.

“Jumlah total gigi sehat dan gigi yang ditambal memprediksi angka kematian akibat semua penyebab dengan lebih akurat dibandingkan indikator lainnya,” tulis peneliti, dikutip dari Science Alert, Kamis 15 Januari 2026.

BACA JUGA:Inilah 6 Shio Paling Beruntung Mulai 15 Januari 2026, Rezeki Mengalir Lebih Lancar

Menurut tim riset, gigi yang hilang atau rusak dapat memicu peradangan kronis. Peradangan ini tidak berhenti di area mulut, tetapi bisa menyebar ke organ tubuh lain dan memicu gangguan kesehatan serius.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah fungsi mengunyah. Semakin sedikit jumlah gigi, semakin sulit seseorang mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpengaruh terhadap status gizi dan daya tahan tubuh.

Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa perawatan gigi bukan hanya soal estetika atau kenyamanan. Menjaga gigi tetap sehat dan memperbaiki gigi yang rusak disebut berperan dalam menurunkan risiko kematian dini.

Meski begitu, para peneliti juga mengingatkan adanya faktor lain yang ikut memengaruhi hasil penelitian. Salah satunya adalah status sosial ekonomi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: